Kamis, 24 Apr 2014
 
 

Waktu Anda

Ulti Clocks content

Statistics

Anggota : 310
Konten : 339
Web Link : 6
Jumlah Kunjungan Konten : 2800262

Pengguna terkini

asi - 05.02.13 jam10:57 
toekangmodem03 - 19.07.12 jam04:47 
Fleettyjoussy - 01.11.10 jam20:35 
jesphtsmita - 05.10.10 jam00:21 
agendaSmidamb - 30.09.10 jam04:33 
extellora - 24.09.10 jam03:02 
Whislilathins - 23.09.10 jam06:35 
CiscoGlcSxMM - 22.09.10 jam00:04 
aperiaffory - 21.09.10 jam20:14 
SDAaMoNo - 20.09.10 jam02:01 
Fenomena “Bobok-Bobok Siang” PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh admin   
Sabtu, 07 Mei 2011 23:31

(By. Julianto Simanjuntak, PELIKAN) 

Pada suatu hari saya diundang membawakan seminar di Jakarta Utara mengenai Buku kami “Mencinta Hingga Terluka” (GRAMEDIA).

Sharing tentang bagaimana memaafkan dan mencintai pasangan yang tidak layak dicintai.Keesokan  harinya Pak Olan (samaran)  salah satu pengurus Organisasi yang mengundang saya  itu mengirimkan SMS isinya:“Pak, apakah saya bisa konsultasi masalah pernikahan saya. Sangat penting pak, setelah mendengar seminar Bapak kemarin, saya gelisah tidak bisa tidur”Staf saya lalu memberikan jadwal konsultasi dengan Pak Olan, dan kami bertemu. Kasus Pak Olan menarik. dia sudah melakukan affair selama dua tahun dengan mitra bisnisnya bernama Bu Ratni yang juga sudah bersuami.

Sebagai  rekan bisnis pertemuan mereka intesif di kantor Pak Olan di daerah Sudirman. Rupanya Bu Ratni juga punya masalah dengan suaminya, dan suka curhat kepada Pak Olan tentang konflik pernikahannya.

 

Awal Konflik Dengan IstriSuatu malam, menurut Pak Olan, dia mengajak istrinya berhubungan badan. Namun malam itu istrinya menolak dengan alasan capek. Mendadak  emosi Pak Olan tinggi, dia marah sekali.  Dia mencoba membujuk istrinya agar mau meladeni kebutuhannya. Tapi istrinya tetap bersikeras tidak mau.Dengan emosi tinggi Pak Olan bersumpah pada istrinya : “ Mulai sekarang aku tidak akan menjamah tubuhmu sampai aku mati…!” itulah awal konflik Pak Olan dan istrinyaSaya bertanya apakah Pak Olan bisa memaafkan istrinya. Pak Olan menjawab:“Pak Julianto, sejak saat itu saya tidak berhubungan dengan istri selama berbulan bulan. Meski saya kepingin, tapi saya tidak mau menjilat ludah saya sendiri. Saya gengsi dong Pak”. Ungkap  Pak Olan.

“Bobok-Bobok Siang”Selanjutnya Pak Olan bercerita tentang bagaimana hubungan dengan Bu Ratni berlanjut selama dua tahun:“Sampai suatu hari, saya dan Bu Ratni mitra bisnis saya makan siang di sebuah hotel. Kami merasa sangat akrab dan sangat membutuhkan satu sama lain. Kami sepakat tidur bersama di hotel itu. Perselingkuhan kami berlanjut dan  sudah dua tahun Pak.

Istri saya tidak mencurigai saya karena saya selalu on time tiba di rumah jam 18 atau paling lama pkl. 19. saya dan Bu Ratni bertemu dan rutin melakukan hubungan badan selalu siang hari di Hotel. istilah orang Jakarta “Bobok-bobok Siang” Pak. Akhir-akhir ini  istri saya mulai curiga dan  suka bertanya kepada saya :”Kenapa Papa tidak pernah ngajak saya hubungan”. Karena saya tidak mau menjilat ludah sendiri  saya tak pernah menggubris istri saya. walau saya merasa bersalah kepada dia.

Sampai beberapa hari lalu saya mendengar seminar Bapak, saya merasa sangat berdosa dan mau pulih. Saya tidak bisa terus begini Pak.

Keterbukaan Awal PemulihanKami berbicara selama 2 jam, dan saya menyarankan agar Pak Olan terbuka dengan istrinya. Sebab hanya istrinya yang bisa memberikan kebutuhan seksual. Jika dia tidak mau menyelesaikan itu maka tak ada jalan pemulihan hubungan.  Sebab sebagai seorang pria dia punya kebutuhan seks.

Saya mendorong dia mengakui apa yang terjadi selama dua tahun ini kepada istrinya. Hal lain tentu tidak bisa saya tulis disini.Tiga bulan kemudian, Pak Olan mengirim SMS kepada saya isinya;“Pak, terima kasih saya sudah cerita istri dan meminta maaf kepada dia. Hubungan kami sudah pulih Pak Julianto. Terima kasih bimbingan Bapak.”Sebagai seorang konselor saya merasa ikut bersyukur atas pemulihan Pak Olan dan istrinya.

Saya menjadi sadar bahwa fenomena “bobok-bobok siang” sesuatu yang kurang disadari banyak istri. Ini rupanya menjadi pilihan beberapa pria yang selingkuh untuk mengurangi atau menghilangkan kecurigaan istrinya. Tentu di kalangan pria berduit.

Penutup

Jangan pernah berpikir bahwa  pria berselingkuh hanya pada malam hari saja. Para ibu dan istri sekalian, jika suamimu tidak melakukan hubungan dengan Anda selama 3 hingga 4 bulan atau lebih, padahal biasanya seminggu dua atau tiga kali, Anda patut curiga.

Jangan menganggap itu hal yang biasa. Kalau suami Anda tidak terbuka, baik Anda mengajaknya bertemu seorang Konselor Profesional. Jangan dibiarkan berlarut-larut hingga bertahun-tahun. jangan lupa ada fenomena “bobok-bobok siang” .

Salam Konseling

Julianto Simanjuntak

Trackback(0)
Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 26 April 2013 21:17 )