Tubuh & Jiwa

Kerohanian403 Views
Spread the love

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus.
Kristus adalah menara yang kokoh bagi orang percaya, maka hal itu membuat ia tidak takut akan apa yang dapat dilakukan kematian terhadap dirinya.

18 MEI

Tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.
2 Korintus 5:8

Ketika kematian dan neraka dipandang dalam keadaannya yang paling mengerikan, dan jika kita memiliki iman yang memadai untuk melihat jiwa-jiwa berjubah putih di sorga, hal ini tentu sangat menghibur karena menyadari bahwa jiwa kita tidak ikut mati bersama tubuh jasmani.

Prinsip kekekalan jiwa manusia telah dimeteraikan oleh tangan Allah.

Tidaklah mengherankan bahwa orang yang jiwanya terlalu berpaut dengan tubuhnya, sulit menerima kematian dan membenci pemikiran tentang perpisahan tubuh dengan jiwa.

Mereka tidak suka berpisah dengan tubuh yang merupakan satu-satunya berkat bagi mereka.

Tetapi sebaliknya, jiwa yang telah lahir baru menikmati saat-saat penyataan yang begitu mulia tentang sorga, dan rela untuk meninggalkan tubuh jasmani.

Yohanes telah melihat orang-orang kudus yang aman beristirahat di bawah perlindungan dan pemeliharaan Kristus, di bawah naungan sayap-Nya.

la [Kristus] membawa mereka kepada Bapa-Nya, menaungi mereka dari tuduhan dan hukuman, mengumpulkan mereka laksana induk ayam terhadap anak-anaknya, dan sanggup sepenuhnya
menjaga mereka dari semua kesesakan.

la akan membela mereka dari gangguan luar maupun dalam, dan mendudukkan mereka dalam kedamaian mutlak bersama diri-Nya disorga.

Renungan serupa ini menumbuhkan ketetapan hati yang membuahkan keberanian sejati melawan kengerian maut.

Kita wajib menetapkan pikiran kita pada kenyataan sorgawi ini, dan memikirkannya sekerap mungkin.

Seandainya ada satu tempat di bumi ini yang dapat membebaskan jasmani kita dan menenangkan pikiran sepanjang hidlup kita, betapa manusia akan sangat menginginkannya sebagai tempat tinggal mereka.

Kristus adalah menara yang kokoh bagi orang percaya, maka ia tidak takut akan apa yang dapat dilakukan kematian terhadap dirinya.

Orang percaya memandang nilai kemuliaan kekal yang luar biasa. Oh Kristus, ukirlah renungan ini di dalam hati kami !

Tanamkan di dalam ingatan kami dan kiranya kami senantiasa merenungkannya sepanjang hidup kami.

Kiranya Sang Penghibur menempatkannya ke dalam pemikiran sehingga kita dapat dengan sukacita menyeberangi sungai Yordan untuk mewarisi tanah pusaka penuh bahagia tanpa akhir.

Tuhan Yesus, datanglah segera!

Samuel Ward (1577-1640), Sermons, hlm. 61-68

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *