Mencari Perkara di Atas

Kerohanian754 Views
Spread the love

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus.
Kapankah kita akan belajar dari Kitab Suci dan percaya pengaturan Allah untuk mencari jauh lebih banyak dari Allah, dan sedikit saja dari dunia?

17 MEI

Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
Kolose 3:1

Orang-orang tidak percaya mencari kebahagiaan mereka di dalam harta benda fana dunia ini.

Sebaliknya, orang-orang percaya menemukan kebahagiaan mereka di dalam Allah.

Bagi orang percaya, pencarian rasa damai di dalam kenikmatan duniawinya bertentangan dengan natur iman.

Perjalanan musafir kita saat ini bagaikan penjara dunia, tetapi sayangnya, kita sudah sangat terbiasa.

Dengan hal ini kita mematikan penghiburan kita, lalu mengeluh tentang lenyapnya penghiburan.

Bodoh bila kita berharap akan kedamaian atau kesukaan yang stabil atau menetap, jika itu tidak berasal dari Kristus sebagai sumbernya.

Oh, kiranya orang percaya belajar hidup dengan satu mata memandang kepada Kristus yang tersalib dan mata satunya lagi pada kedatangan-Nya di dalam segala kemuliaan-Nya!

Apabila kesukaan kekal lebih banyak di dalam pemikiran Anda, maka kesukaan rohani akan lebih belimpah di dalam hati Anda.

Tidak mengherankan jika Anda tidak tenteram saat Anda melupakan sorga.

Tatkala orang-orang percaya membiarkan pengharapan sorgawinya rontok, tetapi sebaliknya meningkatkan hasrat duniawinya, mereka sebenarnya sedang mengundang rasa takut dan masalah.

Siapakah orang yang tertekan dan penuh keluh kesah kalau bukan mereka yang sedikit saja mengharapkan berkat-berkat sorgawi, atau yang menaruh harapan terlalu tinggi pada kesukaan dunia?

Apa yang membuat kita tertindih masalah adalah karena kita tidak berharap pada apa yang telah Allah janjikan, atau kita berharap pada apa yang tidak pernah la janjikan

Kita berduka atas salib, kehilangan atau kerugian, kejahatan musuh, perlakuan teman yang tidak pantas, penyakit, atau penghinaan dan cemoohan dunia.

Tetapi siapakah yang telah mendorong Anda mengharapkan sesuatu yang lebih baik?

Apakah Allah memanggil Anda untuk menaruh kepercayaan pada kemakmuran, kekayaan, sanjungan, atau para kerabat?

Apakah Anda menemukan satu janji pun akar hal-hal inĂ­ di dalam Firman-Nya?

Jika Anda membuat sendiri sebuah janji, lalu janji Anda itu menipu Anda, siapakah yang harus disalahkan?

Kita kurang mendapatkan penghiburan dari harta benda duniawi karena kita telah secara berlebihan menaruh harapan pada hal-hal ini.

Aduh, kapankah kita akan belajar dari Kitab Suci dan providensi Allah untuk mencari jauh lebih banyak dari Allah, dan sedikit saja dari dunia?

Richard Baxter (1615-1691), Practical Works, I1:884-885

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *