SIAPA YANG MEMEGANG SEJARAH?

Spread the love

Dari Mors dan Oblivio Menuju Kristus, Tuhan atas Waktu

Ayat utama:

“Aku memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana…”
— Yesaya 46:10

Ayat pendukung:

  • Mazmur 90:12
  • Pengkhotbah 3:1–11
  • Roma 15:4
  • 1 Korintus 10:11
  • Daniel 2:21
  • Kolose 1:16–17
  • Wahyu 21:1–5

Gambar ini sangat kaya secara simbolik dan justru dapat menjadi pintu masuk kotbah yang kuat tentang sejarah, waktu, kematian, kebenaran, reputasi manusia, dan terutama providensia Allah.

Secara historis, gambar tersebut adalah frontispiece edisi pertama The History of the World karya Sir Walter Raleigh, diterbitkan di London pada 1614 oleh Walter Burre. Ukiran tersebut dibuat oleh Renold Elstracke.

Yang menarik, gambar ini bukan sekadar hiasan. Ia merupakan sebuah “teologi visual tentang sejarah”: sejarah manusia berada di bawah pengamatan Providence, kebenaran berhadapan dengan pengalaman, dan pada akhirnya manusia menghadapi Mors (kematian) dan Oblivio (kelupaan).

Mari kita mulai :

SEBUAH GAMBAR YANG MENANYAKAN SEJARAH

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,

Hari ini saya ingin mengajak kita melihat sebuah gambar tua.

Bukan lukisan Yesus.

Bukan lukisan gereja.

Bukan pula ilustrasi langsung dari Alkitab.

Gambar ini dibuat pada tahun 1614, lebih dari empat abad yang lalu, sebagai halaman pembuka buku The History of the World karya Sir Walter Raleigh.

Tetapi perhatikan gambar ini.

Di bagian atas ada sebuah mata.

Di bawahnya ada bola dunia.

Di kiri dan kanan ada dua figur bersayap.

Di tengah ada seorang perempuan yang mengangkat dunia.

Di bawah ada kerangka manusia.

Dan di dekat kerangka itu terdapat kata:

OBLIVIO.

Kelupaan.

Seolah-olah gambar ini sedang bertanya kepada kita:

“Setelah manusia hidup, berjuang, membangun kerajaan, mengumpulkan kekayaan, mendapatkan nama besar… apa yang akhirnya tersisa?”

Dan pertanyaan itu menjadi semakin serius:

“Siapa sebenarnya yang memegang sejarah?”

Apakah manusia?

Apakah raja?

Apakah kekaisaran?

Apakah uang?

Apakah teknologi?

Apakah kekuatan militer?

Atau…

Allah?


PERHATIKAN MATA DI ATAS DUNIA

Di bagian paling atas gambar terdapat sebuah mata dengan tulisan:

PROVIDENTIA

Providentia berarti providensi, pemeliharaan atau penyelenggaraan ilahi.

Dalam pembacaan simbolis gambar ini, mata tersebut menggambarkan pengawasan Providence terhadap sejarah manusia. British Museum juga mendeskripsikan mata tersebut sebagai the all-seeing Eye dengan tulisan Providentia.

Ini menarik.

Karena manusia sering merasa:

“Tidak ada seorang pun yang melihat.”

Ketika seseorang melakukan kejahatan secara tersembunyi…

Ketika korupsi disembunyikan…

Ketika kebohongan ditutupi…

Ketika seseorang menyakiti orang lain lalu berpura-pura tidak terjadi apa-apa…

Manusia mungkin tidak melihat.

Pengadilan manusia mungkin gagal.

Sejarah manusia mungkin salah mencatat.

Tetapi…

Allah melihat.

Mazmur berkata:

“Sebab mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis…”
— Mazmur 139:16

Tidak ada satu detik pun dalam hidup manusia yang luput dari perhatian Tuhan.


PROVIDENSIA BUKAN BERARTI MANUSIA TIDAK PUNYA KEHENDAK

Di sini kita harus berhati-hati.

Ketika kita berkata Allah memegang sejarah, bukan berarti manusia menjadi robot.

Alkitab tetap berbicara tentang tanggung jawab manusia.

Manusia memilih.

Manusia berdosa.

Manusia bertobat.

Manusia menaati atau memberontak.

Tetapi di atas seluruh keputusan manusia ada Allah yang tetap berdaulat.

Daniel berkata:

“Dialah yang mengubah saat dan waktu, memecat raja dan mengangkat raja.”
— Daniel 2:21

Lihat sejarah.

Firaun datang.

Firaun pergi.

Nebukadnezar datang.

Kerajaannya runtuh.

Alexander Agung datang.

Kekaisarannya terpecah.

Roma pernah merasa tidak akan runtuh.

Tetapi Roma pun berubah menjadi sejarah.

Raja-raja lahir.

Raja-raja mati.

Presiden datang.

Presiden pergi.

Ideologi muncul.

Ideologi runtuh.

Tetapi Tuhan tetap Tuhan.


BOLA DUNIA — MANUSIA MERASA MEMILIKI DUNIA

Sekarang lihat bagian tengah.

Ada globe, bola dunia.

Dunia itu sedang diangkat oleh figur bernama:

MAGISTRA VITAE

Artinya:

“Guru kehidupan.”

Ini merujuk pada gagasan klasik Cicero bahwa sejarah adalah guru kehidupan; frontispiece ini memang dirancang untuk memvisualisasikan gagasan tersebut.

Ini sangat dalam.

Karena manusia sering belajar dari masa depan dengan cara yang salah.

Kita ingin tahu:

“Apa yang akan terjadi?”

Tetapi sejarah berkata:

“Lihat apa yang sudah terjadi.”

Bangsa-bangsa yang sombong telah jatuh.

Orang kaya telah mati.

Kekuasaan telah berpindah.

Kota-kota besar telah menjadi reruntuhan.

Generasi telah digantikan generasi.

Dan sejarah terus berkata:

“Belajarlah.”


ALKITAB JUGA MENGATAKAN: INGATLAH!

Roma 15:4 mengatakan:

“Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita…”

Dan 1 Korintus 10:11:

“Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita…”

Jadi bagi orang percaya:

Sejarah bukan sekadar masa lalu.

Sejarah adalah guru kehidupan.

Kegagalan masa lalu dapat menjadi peringatan.

Kesetiaan Tuhan di masa lalu menjadi sumber iman.

Kesalahan nenek moyang menjadi pelajaran.

Pertolongan Tuhan di masa lalu menjadi kesaksian.


DUA SOSOK DI ATAS: FAMA BONA DAN FAMA MALA

Sekarang perhatikan dua figur bersayap di kiri dan kanan.

Yang satu bertuliskan:

FAMA BONA

Fama yang baik.

Reputasi yang baik.

Yang lainnya:

FAMA MALA

Fama yang buruk.

Reputasi yang buruk.

Keduanya membawa pesan tentang bagaimana manusia akan dikenang oleh generasi berikutnya.

Dan ini menyentuh kehidupan kita.

Kita semua sedang menulis sebuah cerita.

Bukan hanya dengan buku.

Tetapi dengan hidup kita.

Setiap keputusan kita menulis satu kalimat.

Setiap perkataan menulis satu paragraf.

Setiap karakter menulis satu halaman.

Dan suatu hari…

hidup kita menjadi sebuah cerita yang dibaca orang lain.

Pertanyaannya:

Cerita macam apa?


MANUSIA MENGEJAR FAMA — TETAPI TUHAN MELIHAT HATI

Dunia mengajarkan:

“Bangun nama!”

“Bangun reputasi!”

“Bangun personal branding!”

“Jadilah terkenal!”

Tetapi Tuhan berkata:

“Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?”

— Markus 8:36

Ini perbedaan yang sangat besar.

Manusia mengejar Fama.

Allah melihat karakter.

Manusia melihat penampilan.

Allah melihat hati.

Manusia menghitung jumlah pengikut.

Allah menghitung kesetiaan.

Manusia bertanya:

“Berapa banyak orang mengenal saya?”

Tuhan bertanya:

“Apakah engkau mengenal Aku?”


EMPAT PILAR SEJARAH

Sekarang lihat bagian bawah gambar.

Ada struktur seperti sebuah kuil.

Di sana terdapat figur Experience dan Truth, serta berbagai tulisan yang menggambarkan fungsi sejarah sebagai saksi waktu, pewarta masa lampau, cahaya kebenaran dan kehidupan ingatan.

Ini luar biasa.

Karena sejarah membutuhkan:

1. EXPERIENCE — PENGALAMAN

Kita belajar dari apa yang telah terjadi.

Tetapi pengalaman saja tidak cukup.

Mengapa?

Karena seseorang bisa mengalami sesuatu tetapi salah menafsirkannya.


2. TRUTH — KEBENARAN

Karena itu kita membutuhkan kebenaran.

Dan di sinilah orang Kristen mempunyai dasar yang lebih dalam.

Yesus berkata:

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.”

— Yohanes 14:6

Perhatikan.

Yesus tidak hanya berkata:

“Aku mengajarkan kebenaran.”

Dia berkata:

“Akulah kebenaran.”

Maka bagi orang Kristen, kebenaran bukan sekadar konsep.

Kebenaran memiliki wajah.

Dan wajah itu adalah:

YESUS KRISTUS.


SEJARAH DAPAT MENJADI GURU — TETAPI KRISTUS ADALAH TUHAN

Ini titik penting dari kotbah kita.

Gambar ini menempatkan History sebagai Magistra Vitae — guru kehidupan.

Tetapi Alkitab membawa kita satu langkah lebih jauh.

Sejarah memang dapat mengajar kita.

Tetapi sejarah bukan Tuhan.

Waktu bukan Tuhan.

Alam semesta bukan Tuhan.

Manusia bukan Tuhan.

Dan sejarah bukan penyelamat manusia.

Kristuslah Tuhan atas sejarah.

Kolose 1:16–17 mengatakan:

“Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu…”

dan:

“Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.”

Ini berarti:

Sebelum sejarah manusia dimulai…

Kristus sudah ada.

Sebelum Abraham…

Kristus ada.

Sebelum kerajaan-kerajaan…

Kristus ada.

Sebelum Roma…

Kristus ada.

Sebelum teknologi modern…

Kristus ada.

Dan ketika sejarah dunia berakhir…

Kristus tetap ada.


DI BAWAH SEMUANYA ADA MORS

Sekarang kita turun ke bagian paling bawah.

Ada kerangka manusia.

Itulah:

MORS — KEMATIAN.

Di sebelahnya terdapat:

OBLIVIO — KELUPAAN.

Inilah salah satu bagian paling kuat dari gambar tersebut.

Di atas:

Fama.

Kemasyhuran.

Kekuasaan.

Dunia.

Sejarah.

Tetapi di bawah:

Mors.

Kematian.

Dan:

Oblivio.

Kelupaan.

Seolah-olah seniman sedang berkata:

“Kamu boleh menjadi terkenal…”

“Kamu boleh menjadi kaya…”

“Kamu boleh menjadi raja…”

“Kamu boleh menguasai dunia…”

Tetapi pada akhirnya:

kematian datang kepada semua manusia.

Pengkhotbah berkata:

“Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal…”

— Pengkhotbah 3:2


TETAPI DI SINILAH INJIL MEMBUKA PINTU

Kalau kotbah kita berhenti di Mors, kita hanya mendapatkan filsafat.

Kalau berhenti di Oblivio, kita mendapatkan keputusasaan.

Tetapi Injil tidak berhenti di sana.

Karena ada satu fakta yang mengubah seluruh sejarah:

YESUS KRISTUS BANGKIT DARI KEMATIAN.

Kematian bukan titik terakhir.

Kubur bukan bab terakhir.

Oblivio bukan kata terakhir.

Karena Kristus mengalahkan Mors.

1 Korintus 15:54 berkata:

“Maut telah ditelan dalam kemenangan.”

Ini adalah perbedaan antara filsafat manusia dengan Injil.

Filsafat bertanya:

“Bagaimana manusia menghadapi kematian?”

Injil menjawab:

“Kristus telah mengalahkan kematian.”


SALIB ADALAH TITIK BALIK SEJARAH

Bayangkan kita menulis sejarah dunia.

Ada Mesir.

Babel.

Persia.

Yunani.

Roma.

Kerajaan-kerajaan Eropa.

Perang.

Revolusi.

Imperium.

Teknologi.

Tetapi di tengah sejarah manusia berdiri sebuah salib.

Dan di salib itu…

Allah masuk ke dalam sejarah manusia.

Yang kekal masuk ke dalam waktu.

Sang Pencipta masuk ke dalam ciptaan.

Sang Kudus datang kepada manusia berdosa.

Dan Yesus berkata:

“Sudah selesai.”

— Yohanes 19:30

Bukan:

“Semuanya gagal.”

Tetapi:

“Sudah selesai.”


DUNIA MEMILIKI SEJARAH — TETAPI ALLAH MEMILIKI TUJUAN

Kadang-kadang kita melihat dunia dan berpikir:

“Tuhan, apa yang sedang terjadi?”

Mengapa perang?

Mengapa penderitaan?

Mengapa ketidakadilan?

Mengapa orang benar menderita?

Mengapa orang jahat terkadang kelihatan berhasil?

Mengapa doa kita belum dijawab?

Tetapi Alkitab berkata:

“Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia…”

— Roma 8:28

Kita mungkin tidak memahami seluruh sejarah.

Tetapi kita percaya kepada Dia yang memegang sejarah.


“KITA TIDAK MELIHAT SELURUH GAMBAR”

Ini penting.

Kita hanya melihat satu halaman.

Tuhan melihat seluruh buku.

Kita melihat satu hari.

Tuhan melihat seluruh perjalanan.

Kita melihat tragedi.

Tuhan melihat tujuan.

Kita melihat pintu tertutup.

Tuhan mungkin sedang mempersiapkan pintu lain.

Kita melihat air mata.

Tuhan melihat kesaksian yang akan lahir dari air mata itu.

Karena itu iman berkata:

“Aku tidak memahami semuanya, tetapi aku percaya kepada Dia yang memahami semuanya.”


WAKTU ADALAH PEMBERIAN TUHAN

Mazmur 90:12 berkata:

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”

Perhatikan:

Bukan:

“Ajarlah kami memperpanjang hidup.”

Tetapi:

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami.”

Mengapa?

Karena waktu tidak dapat dibeli.

Uang bisa dicari kembali.

Rumah bisa dibangun kembali.

Bisnis bisa dimulai lagi.

Tetapi waktu yang sudah berlalu…

tidak dapat dikembalikan.


JANGAN HIDUP HANYA UNTUK FAMA BONA

Saudara,

Ada orang yang hidup hanya untuk dikenang.

Mereka ingin namanya besar.

Tetapi suatu hari nama itu pun bisa hilang.

Berapa banyak orang yang pernah menjadi raja dunia tetapi hari ini namanya hanya ada di buku sejarah?

Berapa banyak orang yang pernah memiliki kekayaan luar biasa tetapi makamnya tidak lagi dikunjungi?

Berapa banyak orang yang pernah menjadi terkenal tetapi akhirnya dilupakan?

Itulah:

OBLIVIO.

Kelupaan.

Tetapi ada sesuatu yang lebih penting daripada dikenang manusia.

Dikenal oleh Tuhan.

Paulus berkata:

“Tetapi jika seseorang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.”

— 1 Korintus 8:3

Saudara,

Lebih baik tidak terkenal di dunia tetapi dikenal di surga…

daripada terkenal di dunia tetapi tidak mengenal Kristus.


JANGAN TAKUT JIKA DUNIA TIDAK MENGINGATMU

Ini pesan yang sangat penting.

Mungkin pelayanan kita tidak viral.

Mungkin tidak ada jutaan pengikut.

Mungkin nama kita tidak masuk buku sejarah.

Mungkin tidak ada patung untuk menghormati kita.

Mungkin tidak ada orang yang tahu berapa banyak doa yang pernah kita naikkan.

Tetapi Tuhan tahu.

Seorang ibu yang setiap malam berdoa untuk anaknya…

Tuhan tahu.

Seorang ayah yang bekerja keras demi keluarganya…

Tuhan tahu.

Seorang hamba Tuhan yang melayani dalam kesunyian…

Tuhan tahu.

Seseorang yang memilih mengampuni meskipun terluka…

Tuhan tahu.

Air mata yang tidak diketahui manusia…

Tuhan tahu.


SEJARAH AKAN BERAKHIR

Dan akhirnya kita sampai kepada sebuah kesimpulan yang sangat besar.

Sejarah dunia tidak akan berlangsung selamanya.

Alkitab tidak mengajarkan bahwa dunia akan berputar tanpa tujuan selama-lamanya.

Ada awal.

Ada perjalanan.

Dan ada penggenapan.

Wahyu 21 menggambarkan:

“Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru…”

Dan kemudian:

“Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka…”

Perhatikan:

Gambar tua ini berakhir dengan Mors dan Oblivio.

Tetapi Alkitab membawa kita melewati keduanya.

Dari kematian menuju kebangkitan.

Dari kelupaan menuju ingatan Allah.

Dari kehancuran menuju ciptaan baru.

Dari sejarah manusia menuju Kerajaan Allah.


DARI “HISTORY OF THE WORLD” MENUJU “HISTORY OF SALVATION”

Dan di sinilah kita dapat melihat gambar ini dari perspektif Kristen.

Ada:

History of the World.

Sejarah dunia.

Tetapi Alkitab berbicara tentang sesuatu yang lebih besar:

HISTORY OF SALVATION

Sejarah keselamatan.

Dari:

Kejadian → Kejatuhan → Janji → Abraham → Israel → Daud → Para Nabi → Kristus → Salib → Kebangkitan → Gereja → Kedatangan Kristus → Langit dan bumi yang baru.

Tuhan tidak sedang memainkan sejarah tanpa tujuan.

Ada sebuah benang merah.

Dan benang merah itu adalah:

KRISTUS.


DARI ADAM MENUJU KRISTUS

Adam jatuh.

Tetapi Kristus datang.

Adam membawa dosa.

Kristus membawa penebusan.

Adam menghadirkan kematian.

Kristus membawa kehidupan.

Adam berada di taman.

Kristus berdoa di taman.

Adam menghadapi pohon.

Kristus digantung pada kayu.

Adam membawa manusia ke dalam dosa.

Kristus membawa manusia kepada keselamatan.

Dan akhirnya:

sejarah manusia menemukan pusatnya di dalam Kristus.


SIAPA YANG MEMEGANG DUNIA?

Kembali ke gambar.

Di tengah terdapat globe.

Di atas globe:

Providentia.

Di bawah globe:

Magistra Vitae.

Di samping:

Fama Bona.

Fama Mala.

Di bawah:

Mors.

Oblivio.

Tetapi sebagai orang Kristen kita dapat mengatakan:

Semua simbol itu menunjuk kepada satu pertanyaan:

“SIAPA YANG BERKUASA ATAS SEJARAH?”

Jawabannya bukan manusia.

Bukan kerajaan.

Bukan politik.

Bukan ekonomi.

Bukan teknologi.

Bukan konspirasi.

Bukan kekuatan gelap.

KRISTUS ADALAH TUHAN ATAS SEJARAH.

Wahyu 1:8 berkata:

“Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”

Alfa.

Awal.

Omega.

Akhir.

Dan seluruh sejarah berada di antara keduanya.


TIGA PERTANYAAN UNTUK JEMAAT

Saudara,

Sebelum kita mengakhiri kotbah ini, saya ingin mengajak kita bertanya kepada diri sendiri.

PERTANYAAN PERTAMA:

“Apa yang sedang saya bangun?”

Apakah kita sedang membangun kerajaan pribadi?

Atau Kerajaan Allah?

Apakah kita sedang membangun nama?

Atau karakter?

Apakah kita sedang mengejar popularitas?

Atau kekudusan?


PERTANYAAN KEDUA:

“Apa yang akan tersisa ketika saya mati?”

Rumah?

Mobil?

Uang?

Jabatan?

Pengikut?

Popularitas?

Semua itu akan tinggal.

Tetapi iman, kasih, karakter dan pekerjaan kita di dalam Tuhan mempunyai nilai kekal.


PERTANYAAN KETIGA:

“Apakah hidup saya berada di dalam Kristus?”

Karena pada akhirnya pertanyaan terbesar bukan:

“Apakah dunia mengingat saya?”

Tetapi:

“Apakah nama saya tertulis dalam kitab kehidupan?”

Wahyu 20:12 berbicara tentang kitab-kitab yang dibuka.

Dan Wahyu 21:27 berbicara mengenai mereka yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba.


PENUTUP — DARI KELUPAAN MENUJU KEKEKALAN

Saudara-saudari,

Mari kita lihat kembali gambar ini untuk terakhir kalinya.

Di atas:

PROVIDENTIA.

Mata yang melihat.

Di tengah:

WORLD.

Dunia.

Di bawah:

MAGISTRA VITAE.

Sejarah sebagai guru kehidupan.

Di samping:

FAMA BONA.

FAMA MALA.

Nama baik dan nama buruk.

Dan di bawah:

MORS.

Kematian.

OBLIVIO.

Kelupaan.

Seolah-olah seluruh gambar itu berkata:

“Manusia datang.”

“Manusia berjuang.”

“Manusia membangun.”

“Manusia terkenal.”

“Manusia dilupakan.”

“Manusia mati.”

Tetapi Injil berkata:

ADA SATU YANG TIDAK MATI.

ADA SATU YANG TIDAK BERUBAH.

ADA SATU YANG TIDAK DAPAT DIKALAHKAN OLEH SEJARAH.

YESUS KRISTUS.

Ibrani 13:8:

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”

Kemarin.

Hari ini.

Selamanya.

Itulah sebabnya kita tidak perlu takut terhadap masa depan.

Kita mungkin tidak mengetahui apa yang akan terjadi besok.

Tetapi kita tahu siapa yang memegang hari esok.

Kita tidak tahu seluruh jalan.

Tetapi kita mengenal Sang Penunjuk Jalan.

Kita tidak mengetahui seluruh sejarah.

Tetapi kita mengenal Tuhan atas sejarah.

Kita tidak tahu kapan hidup kita berakhir.

Tetapi kita tahu kepada siapa hidup kita dipercayakan.

Dan karena itu kita dapat berkata:

“TUHAN, JADIKAN HIDUPKU SEBUAH KESAKSIAN YANG MEMULIAKAN NAMA-MU.”


DOA PENUTUP

Bapa kami yang ada di dalam Surga,

Hari ini kami belajar bahwa manusia datang dan pergi.

Kerajaan bangkit dan runtuh.

Nama menjadi terkenal lalu dilupakan.

Kekayaan dikumpulkan lalu ditinggalkan.

Tubuh menjadi kuat lalu menjadi lemah.

Tetapi Engkau tetap sama.

Engkau adalah Tuhan atas waktu.

Engkau adalah Tuhan atas sejarah.

Engkau adalah Alfa dan Omega.

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami supaya kami memperoleh hati yang bijaksana.

Jangan biarkan kami menghabiskan hidup hanya untuk mencari nama di dunia.

Ajarlah kami mencari nama di hadapan-Mu.

Jangan biarkan kami hanya mengejar kesuksesan sementara.

Ajarlah kami mengejar perkara yang kekal.

Dan ketika suatu hari Mors datang mengetuk pintu kehidupan kami, biarlah kami tidak takut.

Karena kami percaya kepada Dia yang telah berkata:

“Akulah kebangkitan dan hidup.”

Kami percaya kepada Yesus Kristus.

Yang mati bagi kami.

Yang bangkit bagi kami.

Yang hidup bagi kami.

Dan yang akan datang kembali bagi kami.

Kiranya ketika sejarah dunia berakhir, kami ditemukan bukan sebagai orang yang hanya dikenal dunia…

tetapi sebagai orang yang dikenal oleh-Mu.

Di dalam nama Yesus Kristus kami berdoa.

Amin.


🔥 KALIMAT PENUTUP UNTUK VIDEO / KHOTBAH

Saya sarankan video ditutup dengan layar hitam, gambar mata PROVIDENTIA, lalu perlahan beralih kepada salib Kristus:

“Sejarah bukan milik mereka yang paling berkuasa.
Sejarah berada di dalam tangan Dia yang adalah Alfa dan Omega.
Manusia akan dilupakan. Kerajaan akan runtuh. Tubuh akan kembali menjadi debu.
Tetapi Kristus tetap sama—kemarin, hari ini, dan sampai selama-lamanya.
Karena itu jangan hanya bertanya:
‘Apa yang akan terjadi pada dunia?’
Tetapi tanyakanlah:
‘Di mana saya berdiri ketika Kristus datang kembali?'”

YESUS KRISTUS — TUHAN ATAS SEJARAH.


Catatan penting mengenai gambar

Gambar ini memang sangat cocok untuk kotbah Kristen, tetapi jangan diklaim sebagai gambar Kristen abad pertama atau sebagai simbol yang berasal langsung dari Alkitab. Ini adalah karya alegoris Eropa awal abad ke-17 yang menggunakan bahasa simbol klasik dan gagasan Providence. Frontispiece tersebut secara historis dibuat untuk The History of the World karya Raleigh dan dikaitkan dengan Renold Elstracke.

Justru di situlah kekuatannya: kita tidak menjadikan gambar ini sebagai firman Tuhan; kita menggunakan gambar ini sebagai “jembatan” untuk membawa jemaat dari filsafat sejarah menuju perspektif Alkitab tentang Kristus sebagai Tuhan atas sejarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *