2. Mengakui Kebesaran Tuhan
“Tetapi setelah lewat waktu yang ditentukan, aku, Nebukadnezar, menengadah ke langit, dan akal budiku kembali lagi kepadaku. Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun.” Dan 4:34
Nebukadnezar dalam kebesarannya memuji segala yang telah diperolehnya dan segala yang telah dibangunnya adalah karena kemampuan dan kehebatan dirinya sendiri. Pada saat itulah Tuhan menghukum Nebukadnezar sehingga dia menjadi tidak waras. Pada akhirnya Nebukadnezar sadar akan kebesaran Tuhan, dan pada saat itu juga Tuhan mengembalikan segala kebesarannya.
Segala yang kita peroleh baik itu kepintaran, kemampuan, pekerjaan yang baik, posisi yang tinggi, pendapatan yang baik, harta kekayaan seperti rumah, kendaraan dan yang lainnya adalah dari Tuhan. Semuanya itu diberikan bagi kita untuk dapat dikelola dengan baik. Semuanya adalah tetap milik Tuhan, tetapi dipercayakan melalui hidup kita agar kita dapat mengelola dengan baik sehingga dapat menjadi berkat bagi banyak orang.
Ketika kita mencuri kemuliaan Tuhan dengan menganggap semua yang kita peroleh itu adalah karena kuat dan gagah kita, maka di saat itulah kita sedang menuju kepada kejatuhan. Cepat atau lambat semua yang kita peroleh bisa hilang, karena tidak ada yang kekal dalam dunia ini. Tuhan yang memberi, Tuhan juga yang mengambil (Ayb 1:21).
“Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam” Zak 4:6b Kita harus mengakui bahwa semuanya adalah karena kasih kemurahan Tuhan. Oleh karena kuasaNya-lah kita dapat memiliki semuanya itu.
Semua yang kita peroleh mempunyai maksud dan tujuan tertentu dari Tuhan, yaitu agar kita dapat menjadi kesaksian bagi segala bangsa.
Melalui pengakuan akan kebesaran Tuhan, maka kita dapat senantiasa berjalan dalam kehendakNya Memiliki hati yang senantiasa mau dikoreksi dan mengakui kebesaranTuhan dalam langkah hidup kita akan membawa kita untuk tetap berjalandalam kehendakNya. Kita boleh menganggap diri kita sudah melakukan hal yang benar, tetapi Tuhanlah yang layak untuk menentukan apakah kita sudah mengambil langkah benar di hadapanNya.
Berikut adalah ciri-ciri dari orang yang berjalan dalam kehendak Tuhan:

