“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan
persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan
Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari
antara orang mati.” Fil 3:10-11
Penderitaan yang dialami Paulus tidak membuat dirinya berhenti untuk
mengenal Tuhan. Setiap derita dan aniaya yang dialaminya membuat
Paulus lebih mengenal Allahnya.
Paulus tahu bahwa pengenalan akan
Tuhan merupakan suatu hal yang melebihi segalanya. Dan pengenalan
akan Tuhan merupakan suatu harta yang begitu berharga yang jauh lebih
bernilai dibandingkan segala apapun yang ada di dunia ini.
Oleh sebab itu, penjara tidak membuat Paulus bersedih, karena dia tahu
bahwa dia memiliki sesuatu yang sangat berharga dalam dirinya. Dan
Paulus tidak mau melepaskan hal itu, bahkan dia ingin lebih lagi mengenal
Kristus agar dia dapat memperoleh mahkota yang sudah disiapkan
baginya.
Masalah maupun pencobaan diijinkan Tuhan bagi hidup kita agar kita
dapat lebih mengenal dan mendekat kepada Tuhan. Sakit penyakit,
kebangkrutan, kegagalan dan bahkan pergumulan bertahun-tahun terjadi
dalam hidup kita agar kita dapat lebih lagi mempererat hubungan kita
dengan Tuhan.
Dan ketika kita semakin intim lagi dengan Dia, maka tidak ada yang dapat
menghalangi dan membelenggu semangat hidup kita, oleh karena sesuatu
yang berharga telah menjadi bagian dalam hidup kita. Dan kita tahu pasti
bahwa setiap janjiNya akan digenapi dalam hidup kita.
“Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak
ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap,
gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. ” Maz 73:25-26
3. Berpikir Positif

