Kebenaran Tuhan Yesus

Kerohanian359 Views
Spread the love

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus.
Orang yang telah lahir baru telah dilepaskan dari kuasa perbudakan dosa, tetapi mereka masih dapat berdosa, bedanya dengan orang yang belum lahir baru adalah mereka tidak akan tahan lama terus menerus tinggal menikmati dosa tersebut dan berbalik mengakuinya dengan hati hancur dan memohon penyucian darah Kristus.

29 MARET

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah.
Roma 6:11

Kita tidak berdiri di hadapan Allah dengan kebenaran-keadilan milik kita sendiri, tetapi di dalam kebenaran-keadilan Tuhan Yesus yang sempurna, tanpa cacat, dan tiada tara.

Hati yang lemah cenderung terganggu dan berkecil hati tatkala memandang dosa yang ada di dalamnya, dan ketidaksempurnaan yang menyertai pelayanan terbaik mereka.

Tetapi di dalam Kristus, kita memiliki segala sesuatu.

Dosa-dosa Anda tidak akan pernah dapat memprovokasi Kristus untuk memberi Anda surat cerai.

Dosa-dosa itu mungkin dapat membuat Dia mengernyitkan alis, menegur, dan mengoreksi Anda, tetapi tidak akan pernah dapat memprovokasi Kristus untuk mengeluarkan surat cerai.

Ini merupakan dukungan yang sangat besar bahwa dosa tidak pernah dapat memisahkan kita dari Allah.

Dosa sudah dibunuh secara hukum, dan sudah terkutuk di bawah hukuman. Dosa telah divonis walaupun belum sepenuhnya menjalani hukuman mati.

Kekuatan dosa sudah sangat berkurang, dan dominasi serta ketiraniannya sudah ditundukkan.

Tuhan Yesus telah melucuti semua kuasa dosa yang menguasai, yang memerintah, yang mendominasi, dan yang menindas.

Oh, orang-orang percaya, pandanglah dosa yang
sudah mati ! Dosa tidak lagi harus ditaati, dan tidak perlu digubris.

Tuhan Yesus telah mengalah kan dosa dengan telak melalui kematian-Nya dan Roh Kudus, dan melalui anugerah yang dikomunikasikan ke dalam jiwa.

Dengan demikian dosa tidak akan pernah dapat memulihkan kekuatannya dan akan mati secara perlahan-lahan di dalam jiwa orang kudus.

Hal ini serupa pohon yang sudah terpotong pada akarnya, dan pasti mati dengan segera.

Kendatipun untuk sementara dia mungkin tampak masih subur, masih memiliki daun dan buah, tetapi pohon itu akan mati secara diam-diam dan segera layu dan lenyap.

Kristus juga tidak seketika wafat di atas kayu salib, demikianlah pembasmian dosa di dalam jiwa orang kudus terjadi secara bertahap.

Kristus telah memberikan hantaman mematikan pada dosa, sehingga dosa mustahil pulih. Kita benar-benar dapat mengatakan bahwa dosa sudah dibunuh.

Oleh karena itu, bersukacitalah, oh, jiwa-jiwa yang lemah, karena sesungguhnya dosa yang sudah mati tidak akan pernah dapat memprovokasi Yesus Kristus untuk mengeluarkan surat cerai.

Ah! Kiranya semua orang percaya yang lemah dapat menyerupai lebah: hinggap di atas bunga-bunga yang manis itu dan mengumpulkan madunya.

Thomas Brooks (1608-1680), Works, II:69-72

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *