MENYEMBAH ALLAH DENGAN SEPENUH HATI

Kerohanian557 Views
Spread the love

Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita.
Mazmur 95:1


Pernahkah Anda merasa jengkel ketika pandangan atau nasihat yang Anda
berikan sama sekali tidak diperdulikan oleh orang lain? Atau pernahkah pandangan atau
nasihat Anda langsung ditolak oleh orang lain, mereka menganggap pandangan atau
nasihat Anda itu tidak cocok baginya? Mengapa seseorang seringkali mengeraskan hati
tidak mau mendengar dan menerima pandangan dan nasihat orang lain terhadap dirinya?
Salah satu sebabnya adalah manusia pada umumnya tidak sabaran untuk mendengar dan
untuk mengerti, bahkan langsung menganggap sudah mengerti! Karena itu sering gagal
untuk berpikir secara jernih. Langsung menolak begitu saja pandangan atau nasihat yang
sudah kita anggap tidak selaras dengan pandangan atau keyakinan yang dimiliki, tanpa
mau memikirkan sisi perbedaan pandangan itu dengan lebih jelas.


Dalam khotbah Mazmur ini, bagaimana umat Israel mendapat peringatan dari
Tuhan. Peringatan mengenai apa? Peringatan mengenai kekerasan hati umat kepada
Tuhan yang telah dilakukan orang tua mereka di Meriba dan Masa (Kel.17: 1-7; Bil.20:
1-13). Umat Israel pada waktu itu mengeraskan hatinya terhadap suara Tuhan. Suara
Tuhan amat sangat jelas: Ia akan menyertai umat-Nya dalam perjalanan ke tanah
perjanjian. Namun umat lebih percaya dan mendengar suara dan keinginan mereka
sendiri. Ketika mereka menderita karena kekurangan makanan dan air minum, mereka
meragukan penyertaan Tuhan. Umat Allah pada zaman pemazmur diajak untuk bisa lebih
jelas dan lebih jernih mendengar suara Tuhan. Suara Tuhan, yang menyatakan kehendak
dan kebenaran-Nya, bisa tertutup dan samar oleh kekhawatiran, oleh ketakutan dan oleh
keinginan umat, sehingga menyebabkan umat memilih suara mereka sendiri yang mereka
anggap paling baik dan paling benar. Ketika umat pada zaman pemazmur khawatir
karena kelaparan dan kehausan yang mereka alami, mereka diajak untuk memberikan
respons yang berbeda dengan pendahulu mereka. “Janganlah keraskan hatimu seperti di
Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun.” (ay.8).

Saat sekarang ini, apa yang bisa membuat kita mengeraskan hati terhadap suara
Tuhan? Peringatan yang diberikan tidak main-main sebab peringatan tersebut berasal dari
Tuhan. Jangan keras, jangan mencobai Tuhan (ay.8-9). Konsekwensinya, Allah
membinasan satu generasi bangsa Israel yang keluar dari Mesir, kecuali keluarga Yosua
dan Kaleb. Karena itu pemazmur mengajak umat memuji Allah (1-7a), untuk
mendengarkan peringatan dari Allah. Kita tidak hanya memuji Allah, tetapi juga taat
kepada-Nya. Marilah kita terus menerus taat kepada Allah sambil memuji kebaikan dan
kebesaran-Nya dalam hidup kita, selamanya. Amin. Selamat hari Minggu!

Bacaan: Mazmur 95: 1-11

-NS-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *