MENANGISI DIRI SENDIRI

Kerohanian389 Views
Spread the love

Renungan Harian TRUTH
Minggu,12 Maret 2023

       

 Seberapa pun yang dapat diperoleh oleh seseorang dalam hidup ini, hanya bisa dinikmati sesaat waktu ia hidup. Dan belum tentu juga ia dapat menikmatinya dengan baik. Tidak jarang keuntungan materi justru menghancurkan dan menenggelamkan hidup seseorang dalam penderitaan yang jauh lebih besar dari uang atau keuntungan perolehan tersebut. Lalu, pernahkah kita berpikir kalau kita bisa menawarkan jalan keselamatan kepada seseorang—jalan keselamatan yang benar, yang membuat seseorang berhenti dari kepemilikan Iblis atas dirinya—betapa besar keuntungan itu? Tidak ternilai. 

 Tuhan Yesus berkata di Matius 16:26, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” Jadi, satu jiwa nilainya lebih dari semua harta di dunia ini, jika dikumpulkan. Tahukah kita bahwa mestinya setiap kita melakukan pekerjaan ini? Baik secara langsung atau tidak. Ayat berikutnya, “Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya, pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.” Perbuatan yang kita lakukan untuk keselamatan jiwa sesama, pasti akan diperhitungkan Tuhan. 

 Maka mari kita pikirkan, betapa malangnya orang yang tidak diperkenan masuk dalam himpunan orang-orang percaya yang memuji-muji Allah di dalam Kerajaan Surga nanti. Betapa malangnya. Dan mereka tidak mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri untuk dilayakkan masuk himpunan tersebut. Betapa mengerikan dan celakanya. Ketika Anak Manusia datang dalam kemuliaan Bapa diiringi malaikat-malaikat-Nya, hanya orang-orang yang setia sampai akhir yang akan diangkat bersama-sama dengan Tuhan Yesus dalam kemuliaan Bapa. Pasti mereka adalah orang-orang yang sudah menyelamatkan sesamanya, yang akan terangkat bersama dengan orang-orang yang telah mereka selamatkan tersebut. 

 Betapa mengerikan, betapa celaka orang-orang yang tidak mendapat kesempatan. Orang itu bisa diri kita sendiri atau orang-orang yang kita kasihi. Orang yang kita jagai sejak di dunia. Kalau itu anak, kita sekolahkan, kuliahkan, perhatikan. Dia bisa sukses dalam studi, karier, rumah tangga. Tetapi, kalau sampai tidak layak menjadi mempelai bagi Kristus, betapa mengerikan. Karena mereka tidak sungguh-sungguh bertobat setiap hari, tidak sungguh-sungguh membenahi diri setiap hari. Mereka anggap remeh tentang perkara-perkara rohani, sembarangan dengan apa yang mereka lihat, sembarangan dengan apa yang mereka dengar, sembarangan dengan siapa mereka bergaul, sembarangan dengan apa yang mereka ucapkan. Sembarangan dengan apa yang mereka pikirkan, apalagi sembarangan dengan perilaku. 

 Kalau hari ini kita merasa aman-aman, semua baik-baik dan akan baik-baik, sebenarnya itu adalah tipuan dari setan. Kita tidak akan baik-baik, kalau kita tidak bertobat sungguh-sungguh. Sebaliknya, kalau kita sungguh-sungguh bertobat setiap hari, membenahi diri, bertumbuh dalam kesempurnaan, maka tidak mungkin kita tidak menangisi jiwa-jiwa. Kita tidak bisa menangisi jiwa-jiwa, kalau kita pun tidak menangisi diri kita sendiri. Tetapi, kalau kita berusaha sungguh-sungguh mau membenahi diri bertumbuh di dalam kedewasaan rohani yang benar, semakin mengenal kebenaran, maka kita semakin melihat betapa dahsyat dan mengerikan kalau seorang terpisah dari Allah. Di pihak lain, kita akan menghayati betapa indahnya Kerajaan Surga, sehingga kita tidak akan terikat dengan keindahan dunia ini. 

 Setiap hari ada tuntutannya, dan kita harus penuhi hal itu. Sehingga setiap hari kita harus bisa berkata, “Sudah selesai.” Baik itu perbuatan, tugas maupun dosa; harus diselesaikan dengan Tuhan. Jangan menunda. Karena belum pernah bertemu dan menghayati kemuliaan Allah, orang bisa anggap itu hal yang remeh. Coba kalau kita sediakan waktu bertemu Tuhan dan menghayati kemuliaan-Nya, pasti kita akan merasa takut dan gentar terhadap Dia. Kalau kita masih mempunyai saldo dosa, kita akan merasa takut. Jangan sampai kita melakukan dosa, skandal, kejahatan lalu kita merasa semuanya aman-aman saja karena kita merasa kuat, dan hal tersebut bisa ditutupi. Hati-hati! Semua hal pasti akan diperhitungkan di hadapan Tuhan. 

 Lebih baik kita tutup dan jangan berbuat dosa lagi, tetapi bertekad hidup suci. Jangan sampai kita tertinggal. Ini bukan sesuatu yang tidak bisa kita lakukan. Pasti bisa Roh Kudus menolong kita. Tuhan tidak pernah memberikan kita tugas yang tidak bisa kita tunaikan; standar yang tidak bisa kita capai, pasti bisa. Dan kalau kita serius, kita bertumbuh dewasa, kita makin menghayati betapa ngerinya kekekalan bagi yang terhilang. Dan sebaliknya, bagi yang diperkenan masuk dunia akan datang—apalagi masuk Rumah Bapa—betapa indahnya. Dan itu akan menjadi api, men-drive kita untuk mencari mangsa, siapa yang bisa kita selamatkan. Jadi, kalau kita meratapi diri karena dosa, kesalahan, ketidaksempurnaan atau ketidakdewasaan kita, maka kita akan bisa meratapi orang lain.

Kiranya kebenaran hari ini memberkati kita semua.

AMiN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *