“Allah tidak memanggil orang yang hebat, tetapi Ia menghebatkan orang yang Ia panggil.”
Itulah yang terjadi dalam hidup seorang pria sederhana asal Inggris bernama Smith Wigglesworth – sang rasul iman, yang terkenal karena mujizat-mujizat yang menyertainya, termasuk 23 kali membangkitkan orang mati dalam pelayanan sepanjang hidupnya

Lahir pada tahun 1859 di Menston, Yorkshire, Inggris, Smith berasal dari keluarga miskin. Ia mulai bekerja sejak kecil, bahkan tidak bisa membaca sampai ia dewasa. Tapi justru dalam keterbatasannya, Tuhan menanamkan sesuatu yang besar: iman yang tidak tergoyahkan.
🛠️ Sebelum menjadi pengkhotbah, Smith hanyalah seorang tukang ledeng. Namun pertemuannya dengan Yesus Kristus mengubah segalanya. Ia dipenuhi Roh Kudus dan berkomitmen menyerahkan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan.
📖 Markus 16:17-18 berkata:
“Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa baru… mereka akan meletakkan tangan atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
Smith mempercayai ayat ini secara harfiah. Ia tidak ragu meletakkan tangannya atas orang sakit, bahkan kadang bertindak dengan cara ekstrem — seperti memukul bagian tubuh yang sakit — bukan karena kasar, tapi karena keyakinan bahwa iblis harus diusir dengan kuasa!
📌 Dalam salah satu kesaksiannya, seorang pria telah meninggal dan tubuhnya membiru. Dengan otoritas iman, Smith berkata:
“Dalam nama Yesus, bangkitlah!”
Ia mengangkat tubuh itu, mendirikannya ke dinding, dan tubuh itu terjatuh. Ia mengulangi hal itu sampai ketiga kalinya… dan secara ajaib, orang itu hidup kembali.
Smith tidak pernah mengambil pujian bagi dirinya. Ia selalu berkata:
“Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya percaya kepada Tuhan yang luar biasa.”
Dan memang benar — dia adalah man of one book, pria yang hanya membaca satu buku seumur hidupnya: Alkitab.
📖 Dalam Ibrani 11:6 tertulis:
“Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah…”
Smith hidup dengan iman, berdoa dengan iman, dan berkhotbah dengan iman. Mujizat terjadi bukan karena dia hebat, tapi karena dia percaya Allah sanggup melakukan perkara besar!

Ia berkhotbah di berbagai negara, termasuk Amerika, Australia, dan Afrika Selatan. Dimana pun ia melayani, tanda-tanda ajaib terjadi: kanker sembuh, tuli dipulihkan, lumpuh berjalan, bahkan ada kesaksian orang yang keluar dari kursi roda hanya karena mendengar khotbahnya.
💥 Namun di balik semua keajaiban itu, Smith tetap rendah hati. Ia sering berkata:
“Saya lebih suka melihat satu orang diselamatkan, daripada seratus orang disembuhkan.”
📌 Akhir hidupnya
Pada tahun 1947, di usia 87 tahun, Smith Wigglesworth berpulang ke rumah Bapa. Ia wafat dengan damai — di tengah doa, berdiri, tanpa sakit. Sampai detik terakhir, ia tetap menjadi saksi iman.
🕊️ Smith mungkin sudah tiada…
Tapi warisannya tetap hidup. Ia menginspirasi generasi penginjil berikutnya, seperti Reinhard Bonnke, Lester Sumrall, bahkan Benny Hinn.










