Tujuan Pertama dan Tertinggi Manusia

Kerohanian224 Views
Spread the love

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus.
Pertanyaan pertama dalam Westminster Cathecism , apa tujuan pertama dan tertinggi manusia? Tujuan utama dan tertinggi manusia ialah memuliakan Allah dan menikmati Allah sepenuhnya untuk selama-lamanya.

27 APRIL

Apabila la datang pada hari itu untuk dimuliakan diantara orang-orang kudus-Nya.
2 Tesalonika 1:10

Orang percaya memuliakan Allah, oleh sebab itu Allah akan memuliakan mereka.

Siapa pun yang berusaha memuliakan Allah tidak pernah akan rugi.

Tidak saja Allah akan memuliakan mereka pada hari pelawatan-Nya; la juga mengaruniakan kemuliaan kepada mereka di dalam kehidupan ini.

Orang mungkin bertanya, “Bagaimana caranya Tuhan memuliakan umat-Nya yang setia? Bukankah kita dijadikan seperti kotoran dunia ini?”

Tentu saja berkat anugerah ini belum mutlak sempurna diberikan di dalam kehidupan ini. Selama masih ada dosa, kita pantas menuai kehinaan.

Di dalam kehidupan ini, kita tidak dapat menghindari berbagai ragam dispensasi. Di sini kita
mengalami kehormatan dan kehinaan, reputasi jelek dan reputasi baik.

Di sini, Allah baru saja mulai memuliakan dan memberikan kita kehormatan.

Tepuk tangan atau sanjungan khalayak umum jarang diperoleh tanpa berkompromi, atau tanpa dosa (Yoh.15:19)

Oh, kiranya di dalam perjalanan hidup sehari-hari kita tidak memberi peluang bagi orang fasik untuk mencela, tetapi satu-satunya “kesalahan” yang akan mereka dapati hanyalah pengakuan iman kita!

Mereka tidak mendapati kesalahan apa pun untuk
melawan Daniel kecuali dalam hal ibadah kepada Allahnya (Dan. 6:5).

Tetapi jika kita terlalu memedulikan reputasi baik kita dalam praktik iman kita, bukankah ini kemuliaan
yang sia-sia?

Kita perlu selalu mengedepankan tugas kewajiban dan membiarkan Allah yang memberkati.

Biasanya manusia melakukan kebalikannya. Mereka suka menikmati berkat, dan mengabaikan kewajiban.

Banyak orang sembrono dalam pelayanan, tetap
mengejar pujian. Kita harus waspada terhadap bisikan rahasia kesia-siaan, khayalan akan sanjungan semu, dan refleksi kedagingan.

Seharusnya kita mencari berkat-berkat dari Allah, dan bukan dari manusia. Saat berkat-Nya dicurahkan oleh anugerah-Nya, itu diberikan untuk menguatkan iman kita.

Sudah tentu kemuliaan Allah haruslah menjadi tujuan kita yang pertama dan yang utama.

Manusia umumnya mencari nama di dunia ini demi meningkatkan keuntungan-keuntungan kedagingan, namun sasaran utama kita seharusnya senantiasa demi kemuliaan Allah.

Sepatutnya kita senantiasa melihat diri kita hanya sebagai alat belaka bagi tujuan akhir yang agung ini.

Kehormatan yang memang kita terima merupakan
dorongan indah di dalam pekerjaan Allah yang sedang berlangsung, dan seorang dengan hati nurani yang lembut tidak akan dengan berlebihan mengagungkannya.

Thomas Manton (1620-1677), By Faith, hlm. 59-63

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *