Pembaca kitab Kejadian tentu heran: tidak ada catatan kematian Ribka istri Ishak, ibunda dari Yakub. Kematian Sara (istri pertama Abraham) & Rahel (istri Yakub yang paling disayang) ada tertulis, tetapi mengapa Ribka tidak? Ingat, Ribka adalah istri anak terjanji! Anehnya, malah kematian Debora si pengasuh Ribka, yang dicatat (Kej. 35:8), padahal peranan Debora hanya sekali saja disebut dalam kitab Kejadian, yaitu ikut pergi menemani Ribka (Kej. 24:59).
Catatan kematian inang pengasuh Ribka seperti yang tertulis dalam Alkitab:
-Lalu sampailah Yakub ke Lus yang di tanah Kanaan — yaitu Betel —, ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia.
Didirikannyalah mezbah di situ, dan dinamainyalah tempat itu El-Betel, karena Allah telah menyatakan diri kepadanya di situ, ketika ia lari terhadap kakaknya.
Ketika Debora, inang pengasuh Ribka, mati, dikuburkanlah ia di sebelah hilir Betel di bawah pohon besar, yang dinamai orang: Pohon Besar Penangisan.-
(Kej. 35:6-8).
*
Beberapa kemungkinan mengapa kematian Ribka tidak disebut oleh narator kitab Kejadian:
- Ribka sudah lama meninggal saat Yakub masih di rantau (lihat Hamilton 1995), sedangkan Debora berumur panjang, bahkan ikut Yakub mengembara (lihat LAI-Kartidaya 2020). Namun, mengingat Ribka adalah istri utama dari anak terjanji, tetaplah janggal bahwa kematian ibunda Yakub itu tidak disebut. Bukankah narator berkuasa menuliskan kematian Ribka meskipun Yakub masih di rantau?
- Perhatikan nama pohon di tempat Debora dikuburkan: Pohon Besar Penangisan. Meskipun Debora hanya seorang pengasuh, kematiannya ditangisi & diabadikan sebagai nama pohon. Narator tampaknya mengajak pembaca untuk memberikan penghormatan lebih kepada Debora atas dedikasinya, ketimbang Ribka yang menjadi dalang penipuan terhadap Ishak (lihat Waltke 2001).
Meskipun narator tega tidak menulis kematian Ribka, tetapi ia masih agak murah hati: memberi kesempatan terakhir kepada si Yakub renta untuk menyebut lokasi makam ibundanya itu (Kej. 49:29-32).
Kepustakaan:
Jan Fokkelman, Di Balik Kisah-kisah Alkitab (BPK Gunung Mulia, 2008).
Victor P. Hamilton, The Book of Genesis: chapters 18-50 (Eerdmans, 1995).
Tremper Longman III, Literary Approaches to Biblical Interpretation (Zondervan, 1987).
Richard L. Pratt, He Gave Us Stories (P&R Publishing, 1993).
Leland Ryken, Words of Delight: a literary introduction to the Bible (Baker BookHouse, 1992).
Bruce Waltke, Genesis: A Commentary (Zondervan, 2001).
Pedoman Penafsiran Alkitab: Kitab Kejadian (Lembaga Alkitab Indonesia-Yayasan Kartidaya, 2020).
Penulis: Jos Manampiring



