Berbahagialah

Kerohanian365 Views
Spread the love

Selamat pagi dan selamat Hari Minggu untuk semua saudara dalam Kristus.
Kita adalah para pekerja-Nya, bukan untuk menimba pengetahuan, tetapi untuk melakukan pekerjaan yang baik

16 APRIL

Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.
Yohanes 13:17

Ayat ini menghidupkan semua ayat yang lain. Sang Gembala Agung sedang membunyikan lonceng yang mengakhiri semua bunyi lonceng lainnya.

Ini merupakan paku terakhir dari semua maklumat pengajaran Yesus sebelumnya.

Kebahagiaan diperoleh lewat tindakan, tidak cukup hanya dengan mendengarkan Firman Allah.

Kita adalah para pekerja-Nya, bukan untuk menimba pengetahuan, tetapi untuk melakukan pekerjaan yang baik.

Alkitab jarang memberi tahu kita tentang pembelajaran para rasul, tetapi penuh dengan cerita mengenai tindakan-tindakan mereka.

Musa dikatakan sebagai seorang yang “berkuasa di dalam perkataan dan perbuatannya “

Kornelius : “takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah,” seorang perwira Romawi layak menerima pertolongan karena “dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami;

Dorkas “banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah,” membuatkan pakaian bagi orang-orang
miskin;

Gayus memberikan tumpangan kepada Paulus dan membuka rumahnya sebagai tempat jemaat bersekutu, dan seterusnya.

Seluruh perbuatan mereka akan memberikan kesaksian bagi mereka pada hari besar itu : “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku,.. sebab… ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian” (Mat. 25:34, 36).

Allah dimuliakan oleh orang-orang demikian, dan mereka akan diberkati Allah.

Perkataan hanyalah angin, dan tidak meninggalkan jejak yang menetap laksana sebuah kapal di tengah laut, tetapi tindakan diperhatikan oleh manusia.

Monika, ibu dari St. Augustinus yang terkenal, memberikan jawaban kepada seorang perempuan tetangganya tatkala ditanya bagaimana cara dia memenangkan suaminya yang keras kepala.

Dia menjawab, “Saya memperhatikan pemikirannya, dan menyenangkan dia dalam segala hal termasuk hal yang remeh dan sepele. Saya bersabar dengan minat-minatnya, menyediakan kepuasan dalam hal makanan dan pendampingan, dan dengan begitu saya mula-mula menjadikannya milik Allah, dan selanjutnya tahap demi tahap menjadi milk saya.”

Cara-cara inilah yang senarusnya digunakan oleh para pengkhotbah, maka mereka akan mempertobatkan banyak orang.

Semakin banyak pengetahuan manusia dan semakin kurang mereka bertindak, semakin mereka mempermalukan Allah.

Oh, marilah kita melaksanakan kewajiban sejati
orang percaya, dan hidup selaras dengan Allah dan manusia!

Janganlah menjadi puas dengan melakukan apa yang lebih mudah dan murah.

Setiap pagi, ketika merencanakan urusan hari itu, akuilah ketidakmampuan diri dan perintahkan diri untuk mengandalkan karya anugerah-Nya dalam hasrat dan tindakan.

Desaklah Dia untuk menolong sehingga hidup Kristus dinyatakan melalui Anda.

Samuel Ward (1572-1643), Sermons, hlm. 163-174

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *