Hidup Kudus

Kerohanian676 Views
Spread the love

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus.
Kita dipanggil orang kudus bukan karena perbuatan kita tetapi oleh karena darah Kristus yang telah memberikan penyucian kepada diri kita. Oleh karena itu kita dipanggil untuk hidup kudus sesuai dengan status kita, orang kudus.

1 JUNI

Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus.
Roma 1:7

Rasul Paulus menulis kepada para orang kudus, baik yang lemah, kuat, kaya, dan yang miskin, karena setiap orang kudus memiliki sesuatu yang menyenangkan dalam diri mereka.

Orang yang menerima sedikit anugerah pun patut diberikan hormat oleh rasul terbesar ini.

Semua mempunyai satu kepala, satu pengharapan akan kemuliaan, dan semua telah ditebus dengan darah mahal yang sama (1 Ptr. 1:19).

Semua orang percaya disebut “orang kudus.” Apakah mereka semua benar-benar “kudus”? Apakah semua orang yang berada di gereja yang kasat mata adalah orang-orang kudus?

Seharusnya demikian, tetapi sebagian tidaklah kudus secara rohani.

Alkitab berbicara tentang gereja sebagai ladang di mana benih yang baik dan yang buruk tumbuh bersama (Mat. 13:24-30).

Orang percaya sejati mempunyai hidup baru dan telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (1Ptr. 2:9).

Seorang kudus adalah ciptaan baru dan ditunjukkan melalui hidupnya sehari-hari; jika tidak
demikian, ia bukanlah seorang kudus sejati.

Sementara seorang manusia yang hanya
bermoral baik sangat sopan dalam penampilan luarnya di antara sesama, tetapi mengabaikan pelayanan kepada Allah. la peduli akan tampilan lahiriah tetapi nuraninya tidak terganggu oleh dosa-dosa tersembunyi. la sama sekali tidak kudus di dalam seluruh kelakuan hidupnya (bertentangan dengan 1Ptr. 1:15).

Seorang munafik mengabaikan hati nuraninya di dalam pemikirarnnya, afeksi, hasrat, dan hawa nafsunya.

la tidak peduli dengan sumpah-sumpah kecil, atau dengan pembicaraan kotor. Apa yang dikaruniakan kepada ciptaan yang baru tidak diperhatikannya.

Sebaliknya, orang kudus sejati telah diubah kerangka jiwa di dalamnya. Di situ tertanam sumber yang mengalirkan semua pikiran, hasrat, dan sasaran yang lebih baik dibanding manusia lain.

la bekerja keras lebih demi pembentukan di dalam hati daripada penampilan lahiriah. Bagi orang kudus, apa yang memalukan untuk dilakukan juga memalukan untuk dipikirkan. Apa pun yang dinginkannya, itu ingin dilakukan dengan kasih
dari hatinya.

la bekeria keras agar semua kebaikan dapat benar-benar dimunculkan di dalam batin. Seorang munafik tidak peduli dengan hal ini. la menaruh perhatian hanya pada bagian luar saja.

Jika sikap lahiriahnya dapat diterima sesama, maka terpenuhilah nasratnya.

la hidup untuk dipandang berdasarkan penampilan luar belaka.

Richard Sibbes (1577- 1635), Works, III:11-12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *