Kemah Allah

Kerohanian436 Views
Spread the love

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus.
Allah yang kita sembah bukan Allah yang jauh dan tidak terjangkau tetapi Allah yang pernah turun dan berjalan di atas debu tanah serta mengerti apapun pergumulan kita, karena itu mendekatlah kepadaNya.

16 MEI

Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan la akan diam bersama-sama dengan mereka.
Wahyu 21:3

Allah yang mahamulia dan tak terbatas, pencipta alam semesta, menopang seluruh ciptaan dengan Firman-Nya, dipuji tak henti-hentinya oleh para penghuni sorga;

Allah ini, telah mengirimkan berita penuh sukacita, untuk mengangkat Anda dari debu tanah, dan melenyapkan teror dan keresahan hati Anda, dan menolong Anda untuk hidup sebagai anak-anak-Nya.

la memperhatikan kepedihan Anda. la berdiri sangat dekat ketika Anda tidak melihat-Nya dan merasa Anda telah ditinggalkan.

la menemani Anda dengan kelembutan-Nya yang agung tatkala Anda berkata la telah melupakan Anda.

la menghitung keluh kesah Anda dan menampung air mata Anda.

la merasakan rintihan hati Anda. Providensi [Allah] menimbun bergunung-gunung kemurahan anugerah-Nya setiap hari, tetapi apakah Anda melihat, merasa, dan mencicipi kemurahan dan kasih-Nya?

Apakah Anda sepenuhnya hidup di atas kemurahan dan kasih-Nya? Ataukah Anda meragukannya dan begitu sulit untuk mengakuinya?

Sebagian kedagingan dan sisa kebobrokan Anda berperan di sini. Si ular [lblis] akan senantiasa menyodorkan pemikiran yang keliru tentang Allah.

Tetapi segera, Penebus kita akan kembali menunjukkan kasih-Nya yang demikian meyakinkan sehingga tidak ada tempat bagi keragu-raguan.

Penghiburan Anda saat ini hanyalah cicipan, tetapi nanti akan menjadi perjamuan.

Di sini, begitu cepatnya rasa takut yang sudah dikalahkan akan kembali, dan betapa tidak menetap dan tidak seimbangnya kedamaian kita.

Nanti, rasa damai kita akan sempurna dan permanen. Kita akan menikmati Dia selamanya.

Wahai orang percaya, penghiburan kita seharusnya lebih melimpah, tetapi kita melakukan kesalahan dengan terlalu banyak berharap di bumi ini.

Perhentian sejati kita di sorga tentu akan menjadi tempat kepastian kedamaian kita.

Menatap dari kejauhan pada berkat-berkat yang belum kelihatan merupakan bagian nyata iman kita.

Di dalam pengharapan dan penghargaan akan berkat-berkat sorgawi yang belum tampak inilah
bergantung rasa damai dan rasa aman kita di dunia ini.

Oh, kiranya orang-orang percaya berhati-hati menjalani hidup, dengan satu mata memandang kepada Kristus yang tersalib, dan satu mata lagi memandang kemuliaan-Nya.

Richard Baxter (1615-1691), Practical Works, I1:884-885

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *