Pinjaman

Kerohanian518 Views
Spread the love

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus.
Wahai manusia, semua keunggulan Anda dipinjam dari Kristus!

6 MEI

Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita.
la membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.
1 Korintus 1:30

Tuhan Yesus Kristus dengan segala berkat-Nya yang berharga menjadi milik kita oleh anugerah-Nya yang khusus dan tidak mungkin gagal diterapkan.

Tatkala kematian dan kebangkitan Kristus diterapkan secara efektif ke dalam hati siapa pun, orang tersebut, tidak dapat tidak, akan berpaling dari dosa kepada Allah.

la menjadi ciptaan baru, hidup dan bertindak berdasarkan prinsip dan aturan baru. la tidak secara alamiah memiliki hikmat, kebenaran-keadilan, pengudusan, dan penebusan.

Hal-hal ini dikaruniakan kepadanya dari luar dirinya, Kristus sendirilah yang membuat semua ini menjadi
mungkin bagi orang berdosa.

Tidak ada makhluk yang hadir di dunia dengan kelemahan yang melebihi kelemahan alami manusia.

Semua keunggulan kita adalah keunggulan hasil pinjaman (1Kor. 4:7). Betapa kesombongan yang tidak dapat diterima dan sia-sia bagi seorang manusia yang mengenakan jubah kebenaran Kristus yang mahal, memamerkan dengan pongah-
nya seolah-olah semua itu hasil karyanya sendiri.

Bahkan tak satu benang pun hasil tenunannya sendiri, sebaliknya semua disediakan oleh anugerah yang cuma-cuma.

Wahai manusia, semua keunggulan Anda dipinjam dari Kristus!

Para orang kudus berhati-hati ketika memandang prinsip-prinsip mulia yang mereka miliki, atau karya
terbaik mereka, dengan cara menyangkal diri mereka, dan mengakui bahwa anugerah cuma-cuma adalah satu-satunya sumber dari semua ini.

Demikianlah, orang kudus seperti Paulus, tatkala memandang prinsip-prinsip kehidupan ilahi di dalam dirinya, menolak pujian sekecil apa pun sebagai miliknya: “Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal. 2:20).

Tatkala Paulus, dalam pembelaan yang jujur dan penting, dengan terpaksa menyebutkan
pelayanan-pelayanan yang telah dilakukannya bagi Allah (dan siapakah pernah melayani Allah lebih dari Paulus?),
bagaimana secara hati-hati ia menambahkan: “Aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua, tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku” (1 Kor. 15:10).

Baiklah selanjutnya, biarkan kesadaran akan kekosongan Anda menjadikan Anda lebih berusaha untuk mengasihi Kristus, yang dari Dialah Anda telah menerima segala sesuatu.

John Flavel (1627-1691), Works, II:15-26

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *