Providensi

Kerohanian779 Views
Spread the love

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus.
Masa-masa yang sulit dalam hidup orang percaya adalah suatu keadaan yang dapat Tuhan pakai untuk menuntun mereka kepada kehendakNya yang mulia. Kegagalan mereka untuk mengerti kehendak Allah adalah karena kurang percaya bahwa Allah sedang mendatangkan kebaikan dalam keadaan tersebut.

3 JUNI

Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.
Yesaya 26:3

Keberadaan Roh Kudus yang penuh hikmat yang mengatur pergerakan roda-roda providensi (pemeliharaan atau pengaturan Allah) merupakan penopang dan penghiburan besar bagi orarng-orang kudus dalam masa kesesakan mereka.

la mengatur makhluk yang paling tidak taat aturan dan rancangan mereka yang paling merusak untuk menghasilkan akhir yang bahagia dan
penuh berkat.

Tidaklah bernilai menjalani hidup di dunia tanpa Allah dan providensi-Nya.

Allah tidak akan mengacuhkan siapa pun yang berlindung di bawah kepak sayap-Nya dan yang mendekat kepada-Nya meminta perlindungan.

Semua pengaturan providensi bermanfaat bagi orang kudus. Betapa menggembirakan, mernopang, dan membesarkan hati jika memperhatikan semua ini!

Betapa hidup dan harapan terinspirasi oleh providensi dalam hati dan doa-doa kita tatkala kesesakan begitu menekan kita!

Di sorga kelak, betapa menyenangkannya pemandangan kita, melihat seluruh rancangan providensi yang tidak mungkin kita pahami di dunia ini!

Semua providensi yang gelap, rumit, dan membingungkan kadang-kadang membuat kita
tersandung, dan tidak mampu kita perdamaikan dengan janji-janji Allah, dan yang kita kecam sebagai ketidakadilan dan kita ratapi dengan pahitnya seolah-olah providensi terjadi semata-mata untuk merenggut kebahagiaan kita; namun kelak kita akan mampu memahaminya.

Pandangan kita terhadap providensi saat ini belumlah sempurna dibandingkan nanti di sorga.

Meskipun demikian, pandangan kita di bumi ini, dengan semua kekurangannya, telah mendatangkan begitu banyak keindahan di dalamnya hingga penulis dapat menyebutnya sebagai sorga kecil.

Sesungguhnya hal ini merupakan perjalanan bebas
hambatan bersama Allah di dunia ini.

Jiwa dapat menikmati persekutuan indah dengan Dia di dalam providensi-Nya.

Alangkah seringnya para pengamat larut dalam air mata kesukaan tatkala melihat cara-cara providensi yang penuh hikmat dan hasil akhir yang tak terduga.

Bukankah sering kali terjadi, jika Allah membiarkan mereka menuruti pertimbangan mereka sendiri, mereka malah menjadi para penganiaya diri mereka sendiri?

Kita pantas berterima kasih dengan tulus karena providensi lebih memperhatikan kepentingan kita ketimbang kesusahan kita, melindungi kita dari kebinasaan karena hasrat kita sendiri.

John Flavel (1627-1691), Works, IV:342-349

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *