Renungan Natal

Kerohanian763 Views
Spread the love

Pak..Natal sudah dekat,..Saya ingin hiasan pohon natal kita tidak kalah dengan pohon natal si Netty yang harganya 5 juta rupiah. Perayaan ini kan cuma sekali dalam satu tahun. Saya ingin semuanya baru, sepatu natal yang baru,baju baru sepeda motor baru. Pokoknya semua isi rumah serba baru. Bapak bisa usahakan dananya dengan meminjam duitnya dari kantor. Kalau tidak dapat pinjaman dari kantor,bisa pakai kartu kredit. Inilah permintaan seorang isteri kepada suaminya.

Demi mengikuti roh jaman ini, sang suami akhirnya memenuhi keinginan isterinya. Mulai dari pakaian sampai perabotan rumah tangga seperti kursi di kredit. Ini semua dilakukan karena menjaga status. Dia sudah setting level kehidupan keluarga. tanpa disadari sukacita itu dapat dicapai hanya sesaat dan selanjutnya menjadi beban yang panjang untuk melunasi kreditan barang-barang yang dibeli.

Baju, sepatu sudah mulai robek, tetapi masih membayar cicilan setiap bulan, sampai makanan tidak bergizi lagi. Akhirnya timbul berbagai persoalan yang menyangkut kepada kesehatan, pendidikan anak-anak menjadi terganggu.
Natal dunia menawarkan sesuatu yang membuat manusia lupa diri. Merayakan Natal dengan mewah hanya semata-mata agar masyarakat menilainya hebat, adalah sikap hidup yang tidak dikehendaki Tuhan. Membangun harga diri dengan penampilan luarnya saja, tetapi bathin merana harus kita singkirkan dari sikap hidup kita.
Rayakanlah Natal dengan sederhana tanpa menonjolkan keangkuhan. Bila berkat- berkat yang anda capai luar biasa tahun ini, berbagilah dengan saudara-saudara yang membutuhkan bantuan. Anda sudah melakukan kehendak Tuhan, bila saudara dapat melakukannya sebagai cara kita menyambut kelahiran Jesus dalam hati kita masing-masing. Selamat menyambut kehadiran Jesus masuk dalam hati kita masing-masing.
Natal membawa sukacita bagi semua orang.
walz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *