Teman Sekongkol Iblis

Kerohanian352 Views
Spread the love

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus.
Di dalam kehendak kita, lblis memiliki teman bersekongkol yang menyetujui hampir semua maksudnya, karena itu waspadai dan uji setiap kehendak kita apakah ada dosa sedang menunggu di depan pintu jika kehendak itu dipenuhi.

1 APRIL

Sebab penguasa dunia ini datang dan
ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.
Yohanes 14:30

Sifat pencobaan adalah untuk menggiring kita masuk ke dalam perbuatan dosa.

Itu dapat berasal dari Iblis, dari dunia atau dari diri kita sendiri. Pencobaan dapat muncul dari satu di antara tiga hal ini, atau ketiga-tiganya dapat menggabungkan kekuatan untuk membentuk bermacam-macam variasi.

lblis berusaha menyuntikkan pikiran-pIkiran jahatnya dan hujatan terhadap Allah ke dalam hati para orang kudus. Ini semata mata pekerjaan lblis.

la tidak memakai dunia atau hati kita dalam jenis pencobaan ini.

Panah apinya dipersiapkan di dalam tungku perapian kebenciannya sendiri, dan kiranya,
semua racun dan bisanya, dibalikkan ke dalam hati lblis sendiri untuk selamanya.

Terkadang lblis memanfaatkan dunia ini, dan menggalang kekuatan untuk menentang kita.

Ini merupakan cara yang dipakai lblis untuk mencobai Juruselamat kita; lblis “membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya” (Mat. 4:8).

Sangatlah banyak variasi sarana dan senjata yang dapat digunakan lblis dari dunia ini.

Pada kesempatan lain, lblis mencari bantuan dari diri kita sendiri. Kita tidaklah seperti Kristus saat lblis datang untuk mencobai-Nya. Yesus menyatakan bahwa lblis “tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku” (Yoh. 14:30). Namun tidak demikian dengan kita.

Di dalam kehendak kita, lblis memiliki teman bersekongkol yang menyetujui hampir semua maksudnya (Yak. 1:14-15).

Inilah cara yang dipakainya untuk mencobai Yudas. la memanfaatkan hawa nafsu Yudas dengan menyediakan tiga puluh keping perak.

la memancing Yudas dengan memperalat kerusakannya sendiri, karena Yudas sudah mempunyai nafsu untuk mengingini dan ia seorang
pencuri.

Cara dan sarana pencobaan, dan penyebabnya sedemikian luas dan bervariasi hingga sulit untuk menyusunnya secara sistematik.

Usaha menyusunnya akan menjadi tugas yang tidak ada habis-habisnya.

Oleh karenanya, secara umum, pencobaan dapat
berupa apa pun, dan karena alasan apa pun, yang menggunakan kekuatan pengaruh untuk menggoda dan memancing pikiran dan hati manusia menjauh dari ketaatan yang
dituntut Allah dari manusia, menjadi hasrat berbuat dosa dalam tingkat mana pun.

John Owen (1616-1683), Works, VI:95-96

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *