Tuhan adalah Andalan dan Kekuatan Kita

Kerohanian295 Views
Spread the love

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus.
Apabila Tuhan adalah andalan dan kekuatan kita, sesungguhnya la akan menjadi sukacita dan nyanyian kita.

28 JUNI

Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.
Mazmur 62:9

Adalah kewajiban penting bagi setiap orang percaya untuk senantiasa mengandalkan Tuhan saja.

Keyakinan kudus ini dapat ditalakan (diselaraskan) hingga ke nada tertinggi dalam tangga nada musik.

Jiwa dengan keyakinan tinggi ini bergerak dalam
orbit yang lebih tinggi dari orang-orang kudus lainnya dan memimpin sekumpulan milisi sorgawi.

Kesabaran adalah perpanjangan harapan dan keyakinan adalah perpanjangan iman.

Keampuhan iman membawa serta keberanian dan keuletan, dan ini berlawanan dengan ketakutan lahiriah dan keputusasaan jiwa.

Berbahagialah orang yang, sekalipun diserang dari segala arah, tetap kokoh di atas pijakannya. la telah menghabiskan anak panah setan dan tetap tidak memperlihatkan tanda-tanda akan menyerah.

Sebaliknya, ia tidak mundur satu langkah pun dari posisi menguntungkan yang ditempatinya selama ini (Yes. 12:2). Demikian, Daud yang tidak gentar, berkata, “TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?

TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?”
(Mzm. 27:1).

Keyakinannya kepada Allah telah memadamkan rasa takut yang lazim tersembunyi di dasar hati manusia.

Keyakinan kudus Yusuf, orang Arimatea, telah memberikan dia keberanian untuk meminta jenazah Yesus (Mrk. 15:43).

Daud menjawab tantangan Goliat, dan sebelumnya telah menghajar beruang, dan juga singa, dan membunuhnya [1 Sam. 17:34-35].

Kiranya orang percaya menjadikan Allah andalannya dan, begitu ia mengerti kewajibannya, cukuplah itu; dengan keberanian dan ketegaran hati ia akan melaksanakan tugasnya dengan gembira dan bertanggung jawab serta mempersembahkan kepada Allah baik diri maupun keberhasilannya.

Apa efek dari pengandalan yang kudus?

(1) Doa yang konstan, bergairah, dan tepat sasaran dipanjatkan kepada Allah;

(2) Ketaatan yang tulus, universal, rohani, ceria, dan konstan kepada Allah.

Orang yang berharap menikmati janji-janji Allah dapat dipastikan akan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah; dan bahkan di masa ini akan mengalami kesukaan yang menggairahkan jiwa.

Apabila Tuhan adalah andalan dan kekuatan kita, sesungguhnya la akan menjadi sukacita dan nyanyian kita.

Thomas Lye (1621-1684), Puritan Sermons 1659-1689, I:369-375

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *