Allah Sang Maha Tahu

Kerohanian224 Views
Spread the love

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus.
Allah mahatahu tentang apa pun yang akan terjadi dan urutan kejadian yang akan dipentaskan di panggung dunia dan Ia berkuasa mengarahkannya kepada kehendak dan rancanganNya. Terpujilah Tuhan!

22 MARET

Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian!
Ayub 38:4

Allah adalah Allah yang kekal, dan la mengetahui segala sesuatu sebagai saat ini.

Di dalam pemikiran Allah, segala sesuatu adalah satu titik, bukan sesuatu yang berurutan.

Pengetahuan Allah tidak bergantung pada perubahan-perubahan waktu.

Pengetahuan Allah melampaui bentangan tahun dan hari. Bagi-Nya masa lalu dan masa depan adalah satu.

la memandang segala sesuatu di kekekalan sebagai satu pengetahuan sederhana.

Pengetahuan Allah sama kekal dengan diri-Nya. la yang pertama dan yang terakhir, yang awal dan yang akhir.

Dibandingkan dengan Allah, semua ciptaan tidak ada artinya. Keberagaman dan perubahan dunia tidak menghasil kan objek baru bagi pemikiran Allah.

la bukan mengetahui sesuatu saat ini dan hal lain belakangan. Sekalipun ada urutan peristiwa demi peristiwa silih berganti, di dalam pandangan Allah semuanya itu tidak terpampang secara
berurutan.

Allah mahatahu tentang apa pun yang akan terjadi dan urutan kejadian yang akan dipentaskan di panggung dunia.

Apabila Allah itu kekal, betapa kurang ajar dan bodohnya jika seorang yang fana mempertanyakan hikmat dan tindakan Allah.

Bagaimana mungkin kita sebagai makhluk
ciptaan lemah, yang tidak sanggup memahami masa lalu, mengira kita dapat mengukur pergerakan kekekalan dengan intelek kita yang cekak ini?

Kita bahkan tidak dapat memperkirakan datangnya musibah yang tidak diharapkan, yang akan merusak rencana yang telah diatur matang.

Jika kita tidak sanggup memahami pergerakan dari laut atau sifat alami dari cahaya, bagaimana mungkin kita berani mencela tindakan Allah yang kekal, yang secara tak terhingga melampaui jangkauan akal kita?

Hikmat dari Pribadi yang tak terbatas mustahil mampu untuk dipindai oleh otak cacing bodoh yang hanya bernafas beberapa saat saja di dunia ini.

Bagaimana mungkin keabadian dinilai oleh makhluk fana? Oleh karena itu, apabila Iblis atau hati kita yang bobrok menyodorkan gagasan bahwa hikmat dan karya Allah tidak baik, sebaiknya kita melihat ke belakang pada keberadaan kekal Allah dan jangka hidup kita yang singkat, dan membungkam mulut kita sama seperti yang dilakukan Ayub.

Stephen Charnock (1628-1680), The Existence & Attributes of God, hlm. 68-87

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *