MEMPERBARUI HATI

Kerohanian498 Views
Spread the love

Shalom ✝️
Renungan Harian TRUTH
Kamis, 18 Mei 2023

Satu hal yang sangat penting harus kita lakukan setiap hari, yaitu memperbarui hati kita atau kita meng- update penyerahan kita kepada Tuhan, komitmen-komitmen kita, tekad kita, janji-janji kita kepada Tuhan, nazar-nazar kita kepada Tuhan, cinta kita kepada Tuhan.

Itu harus kita lakukan setiap hari. Sebab banyak hal yang bisa membuat hati kita menyimpang atau men- distract hati kita. Kuasa kegelapan setiap hari bermanuver dan berusaha menarik kita untuk keluar dari hadirat Tuhan, keluar dari rencana Tuhan, keluar dari kehendak Tuhan.

Jadi, setiap hari ada satu keharusan, kewajiban mutlak, yaitu kita menghadap Tuhan seperti yang kita lakukan setiap hari untuk meng- update sikap hati kita terhadap Tuhan. Kita harus memperbarui penyerahan kita, komitmen-komitmen kita, tekad kita kepada Tuhan.

Roh Kudus pasti membantu, menolong, dan mengoreksi kita. Ada hal-hal yang mulai tidak teguh, tidak kokoh dalam hati kita, ada penyimpangan-penyimpangan, ketidaktepatan di dalam hati kita. Roh Kudus pasti memimpin kita.

Orang yang selalu memperbarui sikap hatinya kepada Tuhan adalah orang yang serius dengan Tuhan. Jadi, bukan hanya satu minggu sekali kita menyanyi “Kuserahkan tubuh nyawaku, roh jiwaku,” tetapi hari yang lain dia tarik kembali. Hari Minggu mengatakan, “Tuhan ambil hidupku guna hormat bagi-Mu,” hari yang lain kita tarik kembali hidup kita untuk kesenangan kita sendiri.

Kalau setiap hari kita meng- update komitmen kita kepada Tuhan, maka jika ada penyimpangan, ketidaktepatan, ketidaksetiaan, ketidakteguhan hati, kurangnya integritas untuk submit (tunduk) kepada Tuhan, maka akan segera kita sadari dan kita perbaiki.

Perbaikan demi perbaikan tersebut akan membuat kita menjadi lebih sempurna, lebih kokoh, sehingga cinta kita kepada Tuhan menjadi kokoh. Tekad kita untuk hidup hanya bagi kesukaan Tuhan makin kokoh. Kesucian hidup kita makin mantap, kokoh, makin konsisten dan akhirnya kita mencapai kehidupan yang benar-benar berkenan kepada Tuhan.

Sering tanpa kita sadari terjadi penyimpangan karena kodrat dosa yang masih ada di dalam diri kita. Paulus mengakui itu, “Aku tahu apa yang baik, tetapi yang jahat kulakukan” (Rm. 7:21). Sehingga Paulus mengatakan, “Dengan akal budiku aku melayani hukum Tuhan, tetapi dengan tubuh insaniku, aku melayani hukum dosa” (Rm. 7:26). Sebenarnya maksud ayat itu adalah: “Aku terus bertekad untuk melakukan apa yang Allah kehendaki, sementara aku masih ada di dalam kodrat dosa.”

Tidak ada cara lain untuk mematikan kodrat dosa kita selain ketekunan. Dan di dalam ketekunan itu ada pembaruan setiap hari. Kita tidak memberi kesempatan manusia lama kita, kedagingan kita untuk tumbuh dan hidup kembali, apalagi berkuasa di dalam diri kita.

Maka, bagi kita yang betul-betul mencintai Tuhan dan telah bergumul untuk hidup dalam kekudusan, pasti merasakan bagaimana manusia lama kita ini masih terus mendesak untuk dipuaskan—ambisi-ambisi pribadi, perasaan tidak mau mengalah, perasaan tersinggung, perasaan untuk membalas kejahatan dengan kejahatan, kebencian yang terpendam, sikap tidak mau mengampuni—semua itu mau tumbuh kembali.

Namun, kalau kita selalu memperbarui sikap kita, maka jika ada sikap hati yang salah tersebut, kita dapat langsung matikan, buang, salibkan. Penyaliban daging setiap hari bisa terjadi atau berlangsung kalau kita sungguh-sungguh bersedia memperbarui sikap hati kita setiap saat. Itulah sebabnya pertobatan tidak cukup satu kali, tetapi harus berulang-ulang.

Setiap kali kita salah, kita menyadari kesalahan itu, kita mengakui kesalahan itu dan kita minta ampun dan berubah. Bukan hanya perbuatan-perbuatan yang kelihatan, namun juga sikap hati yang tidak kelihatan, cara berpikir yang tidak kelihatan tetapi yang menggerakkan kehidupan. Itu yang harus dikoreksi, diperbarui terus setiap hari.

Kita bersyukur kalau kita disadarkan Tuhan akan hal ini. Sehebat apa pun kita, kita harus terus berubah. Apalagi kenyataannya, kita memang tidak hebat. Jangan sombong! Kita perlu diperbarui setiap hari; siapa pun kita.

Apakah jemaat awam, aktivis, pendeta atau merasa pendeta besar atau siapa pun; tidak ada yang besar di antara kita, hanya Tuhan yang besar. Mari kita merendahkan diri untuk meminta pemulihan-Nya, pembaruan setiap hari agar Bapa berkenan atas hidup kita.

Itulah sebabnya firman Tuhan mengatakan, “Berikanlah kami makanan kami pada hari ini,” pada hari ini! Bukan minggu ini, bulan ini, apalagi tahun ini. Setiap hari kita harus menghadap Tuhan dan berurusan dengan Tuhan tiada henti dan Tuhan menerima kita.

Kita akan sangat menyesal kalau menyia-nyiakan kesempatan ini. Selagi Tuhan masih memberi kesempatan, lakukanlah pertobatan yang sungguh- sungguh.

PENYALIBAN DAGING SETIAP HARI BISA TERJADI ATAU BERLANGSUNG KALAU KITA SUNGGUH-SUNGGUH BERSEDIA MEMPERBARUI SIKAP HATI KITA SETIAP SAAT.
Kiranya kebenaran hari ini memberkati kita semua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *