RAHASIA KEHIDUPAN

Kerohanian426 Views
Spread the love

Shalom ✝️

Renungan Harian TRUTH

Senin, 01 Mei 2023

Orang yang benar-benar menetapkan hati untuk mengasihi Tuhan akan menjadi berkeadaan mulia seperti Tuhan, berkeadaan kudus, berhati tulus, berbelas kasihan dan memiliki sifat-sifat Allah, sifat-sifat Tuhan yang dia cintai.

Dan ini adalah pilihan, bukan anugerah. Sebab semua orang diberi Tuhan kesempatan untuk itu. Masalahnya, apakah seseorang memilih dan menggunakan kesempatan itu dengan baik? Hal ini benar-benar membahagiakan kita bahwa tidak ada orang atau siapa pun yang dapat melarang kita mengasihi Tuhan.

Tidak ada orang yang bisa menghalangi kita mengasihi Tuhan. Memang ada gangguan-gangguan yang kuasa kegelapan lakukan agar kita tidak mengasihi Tuhan. Tetapi dia tidak bisa menghalangi kita, dia tidak bisa membatalkan, dia tidak bisa mencabut tekad, niat kita yang kita teguhkan, kita tetapkan untuk mengasihi Allah.

Kita yang harus membuat cinta kita kepada Tuhan itu membara, menyala. Kita yang menyalakannya dan membuat membara.

Sementara kita berkeadaan belum mulia, sementara sifat-sifat manusia lama kita masih melekat di dalam diri ini, sementara kita masih bisa melakukan banyak dosa dan kesalahan, tetapi kita tetap menetapkan hati untuk mengasihi Tuhan; di situ Tuhan menggarap kita.

Benar yang dikatakan Roma 8:28 bahwa “Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia.” Kebaikan yang dimaksud dapat kita lihat di ayat 29, yaitu “Serupa dengan Yesus.”

Itulah sebabnya Tuhan menaruh perasaan di dalam diri kita. Kita segambar dengan Allah, artinya; kita memiliki pikiran dan perasaan Tuhan. Dan tidak ada yang bisa menghalangi kita memikirkan Allah, mencari pengenalan akan Allah. Iblis bisa menggoda agar kita fokus kepada yang lain.

Tetapi, kalau kita memang mau fokus kepada Tuhan, Iblis tidak bisa menghalangi kita. Tidak ada yang bisa menghalangi dan melarang kita untuk mencari Tuhan, memikirkan tentang Tuhan, mengenal Tuhan dan mengasihi Dia.

Jangan sampai hati kita direbut oleh dunia. Sebab Iblis berusaha merebut hati kita dengan mempertontonkan, menunjukkan keindahan dunia. Dan banyak orang yang terpikat, tertarik, lalu menikmati dunia ini, sehingga selera jiwanya menjadi sesat, rusak, dan hatinya terfokus kepada dunia.

Dan Firman Tuhan mengatakan bahwa keinginan dunia ini membinasakan; “Dunia dengan segala keinginannya akan binasa, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah hidup selama-lamanya” (1Yoh. 2:17).

Kita bisa memiliki hidup kekal dan menjadi mulia karena memiliki sifat-sifat Allah. Jadi, kepada siapa hati seseorang tertaruh, dia akan berkualitas seperti objek yang kepadanya ia menaruh hatinya.

Di dalam Lukas 4:5-8, Tuhan Yesus dibawa ke tempat tinggi dan kepada-Nya ditunjukkan keindahan dunia ini, kemuliaan dunia, dan Iblis menawarkan keindahan dunia kepada Yesus dan memberikannya asalkan Yesus mau menyembahnya.

Tetapi Yesus berkata, “Engkau harus menyembah Tuhan, Allah-Mu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.” Menyembah artinya memberi nilai tinggi atau proskuneo (Yun.). Kepada objek apa kita memberi nilai tinggi, kepada dialah kita menyembah. Dan yang kita sembah itulah yang kita cintai. Dan yang kita cintai itulah yang akan memberi sifat-sifat dan keberadaan.

Jadi kalau seseorang mencintai dunia, maka sifat-sifat dunia akan diserapnya. Mengerikan! Jika seseorang mencintai dunia, maka kualitas hidupnya seperti dunia. Tetapi, kalau orang mencintai Tuhan, maka ia menjadi mulia seperti Allah yang adalah mulia.

Ia menjadi kudus, menjadi tulus dan memiliki sifat-sifat Allah yang agung itu. Jadi, bagaimana nasib atau keadaan kekal seseorang ditentukan oleh diri orang itu sendiri. Maka, Allah memberi perasaan dan pikiran.

Dari pikiran dan perasaan inilah manusia bisa memiliki kehendak bebas. Kita bisa mempertimbangkan dan bisa mengambil keputusan dan memilih. Bukan Allah yang memilih, bukan Allah yang menetapkan, tetapi manusia itu sendiri.

Dulu kita sering berkata, “Gerakkan hatiku untuk mencintai-Mu Tuhan.” Kalau Tuhan yang menggerakkan seseorang untuk bisa mencintai Dia dan yang lain Tuhan tidak gerakkan, berarti Tuhan menetapkan seseorang bisa masuk surga dan yang lain tidak pernah masuk surga, karena tidak digerakkan untuk mencintai Tuhan.

Dan orang yang hatinya tidak digerakkan Allah untuk mencintai Allah, tentu tidak bisa dikatakan bersalah karena Allah tidak menjamah dan menggarap dirinya. Sebaliknya, orang yang disentuh Allah untuk bisa mencintai Allah tidak layak mendapatkan upah karena Allah yang mengerjakan bukan dirinya sendiri.

Yang benar adalah manusia harus memilih dan menetapkan, siapa yang dicintainya. Inilah yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.

ORANG YANG BENAR-BENAR MENETAPKAN HATI UNTUK MENGASIHI TUHAN AKAN MENJADI BERKEADAAN MULIA SEPERTI TUHAN.

 Kiranya kebenaran hari ini memberkati kita semua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *