KEBERANIAN MELANGKAH

Kerohanian204 Views
Spread the love

Sadarkah kita bahwa Iblis memberi ketakutan di dalam diri kita? Dan sebagian kita dapat menyadari adanya ketakutan atau kurang berani untuk mengikut Tuhan dengan segenap hati, tidak berani berkomitmen untuk hidup suci, tidak berani untuk mengambil keputusan tidak mencintai dunia lagi dan tidak berani mengambil keputusan untuk percaya sepenuh kepada Allah yang tidak kelihatan. Kita harus belajar untuk menaklukkan perasaan dan pikiran seperti itu, karena kitalah yang harus menaklukannya. Tuhan tidak menaklukkan, sebab jika Tuhan menaklukkan, maka Tuhan melanggar hakikat-Nya yang telah diberikan kepada manusia, bahwa manusia memiliki kehendak bebas untuk mengambil keputusan dan bertindak. Ini kunci penting dalam hidup kekristenan yaitu keberanian melangkah. 

Ketika kita mengambil keputusan untuk melangkah, pasti kita kemudian termotivasi untuk datang ke gereja, berdoa, puasa, mendengar Firman. Tidak bisa tidak, ketika kita membunuh, mematikan, membuang, memadamkan, membungkam perasaan takut tersebut, maka akan muncul keberanian melangkah. Kita harus dapat menguasai wilayah hidup kita sendiri; pikiran, perasaan, jiwa kita semua ada di dalam kendali kita. Tetapi kalau kita ada di dalam perasaan takut, maka kita akan selalu takut. Setan akan meracuni pikiran kita dengan perkataan, “Engkau tidak akan bisa. Nanti saja. Bukan bermaksud mau mengkhianati Tuhan, tetapi tunda saja. Tunggu waktu yang baik.” Itu perkataan dari setan yang mau menipu kita.

Setiap waktu adalah baik, karena Tuhan yang memberi waktu itu baik adanya. Menjadi baik atau tidak, tergantung bagaimana kita memaknai dan mengisinya. Maka mengungkapkan janji suci, meninggalkan percintaan dunia menjadi bukan sesuatu yang luar biasa, hebat atau dahsyat, karena itu adalah standar hidup kekristenan yang  normal dan benar di mata Allah. Dan kita jadi mengerti bahwa itu satu-satunya pilihan untuk menghindarkan kita dari api kekal, dari kehidupan yang mendukakan hati Allah. Jadi, kalau kita menganggap berjanji hidup suci, meninggalkan percintaan dunia, berjanji untuk percaya sebagai suatu yang luar biasa berarti kita belum mengambil keputusan atau keberanian melangkah dengan benar. 

Maka, ketika kita punya komitmen untuk sungguh-sungguh di dalam Tuhan, apa pun yang Tuhan kehendaki, kita pasti mau lakukan dan apa pun yang Tuhan perintahkan, kita mau untuk memenuhinya. Mari, kita hidup suci, tak bercacat tak bercela, meninggalkan percintaan dunia, mengambil keputusan berani percaya kepada Allah, fokus kepada Kerajaan Surga (Langit Baru dan Bumi Baru), memandang Tuhan. Ditambah lagi dengan menikmati hadirat-Nya setiap hari, dan kekaguman kita akan kebenaran-kebenaran yang Tuhan berikan. Oleh sebab itu, salah satu cara untuk kita bisa mewujudkan komitmen atau tekad itu adalah coba kita pikirkan bahwa kita sudah meninggal dunia lalu ada di hadapan Tuhan. Apakah masih ada sisa dosa yang kita lakukan? Apakah masih ada bagian hati kita yang tidak kita persembahkan bagi Tuhan? Apakah ada ruangan hati kita yang diisi oleh dunia, kesenangan kita atau sesuatu?

Sering kali orang tidak mau serius membuka hatinya di hadapan Tuhan untuk diperiksa dan kesediaan untuk mengosongkan hati dari segala kesenangan dunia untuk dapat diisi hanya oleh Tuhan dan Roh Kudus. Orang seperti ini tidak berani habis-habisan untuk Tuhan, ini masalahnya. Dia masih punya dunia lain. Mestinya, Tuhan itu menjadi satu satunya dunia kita. Tidak ada dunia lain, hanya Tuhan saja. Percayalah, kalau kita mengikuti kebenaran ini, suatu hari kita akan tahu betapa beruntungnya kita. Jadi, bukan tanpa alasan kalau kitab suci berkata, “Siapa gerangan ada padaku di surga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.”

Jangan coba-coba kalau ada hal yang kurang benar atau melanggar kesucian, pasti Tuhan akan singkirkan. Kita semua harus berkomitmen untuk sungguh-sungguh mau hidup takut akan Allah. Zaman sekarang ini, kita berada dalam suasana krisis. Dunia sedang menuju kegelapan. Kita harus mencegah sebanyak mungkin orang masuk neraka. Jangan urusan kecil dibesar-besarkan atau mengalihkan fokus pikiran kita. Ingat, kita sedang berperang menyelamatkan banyak jiwa dan kuasa gelap itu dahsyat dan luar biasa. 
Tentu dahsyatnya tidak melampaui Tuhan. Tetapi kalau kita tidak melekat dan serius meminta pertolongan Tuhan, habis kita. Yang bisa kesurupan itu bukan hanya orang orang biasa. Pendeta, aktivis, pengurus, keluarga pendeta, siapa pun bisa kesurupan! 

Ingat, Tuhan itu hidup. Jangan lawan Tuhan! Pada dasarnya, kita semua harus hidup suci, jangan mencintai dunia. Semua pasti bisa dilewati; asal ada makanan dan pakaian, cukup. Mari kita meratapi dunia ini, jangan egois memikirkan diri sendiri. Hidup ini akan menjadi bernilai ketika hidup kita menjadi berkat bagi sesama.

Kiranya kebenaran hari ini memberkati kita semua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *