Skala Kebahagiaan

Kerohanian542 Views
Spread the love

Selamat pagi semua saudara dalam Kristus.
Sesuai dengan tingkat kenikmatan kita di dalam Allah, itulah skala kebahagiaan kita.

16 |UNI

Di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah,
di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
Mazmur 16:11

Skala kebahagiaan kita ditentukan oleh keunggulan objek yang kita rangkul dalam hati.
Para orang kudus telah memilih perhentian di dalam Allah.

Biarkan orang berdosa memperoleh apa yang dianggapnya sebagai kekayaan, dan bahkan ditindih kesulitan dia akan merasa puas.

Berilah orang tamak kekayaan dan ia akan berkata seperti Esau: aku mempunyai banyak.

Jika seorang yang berambisi berhasil mencapai
kedudukan tinggi negara, ia merasa tenteram.

Jika seorang yang penuh nafsu dapat berendam di kolam kesenangan jasmaniah, ia nyaman di tempatnya itu.

Kiranya orang saleh menikmati Allahnya, kepada siapa ia menempatkan semua kesukaan dan kebahagiaannya, maka baiklah keadaannya karena ia memiliki segalanya.

Sesuai dengan tingkat kenikmatan kita di dalam Allah, itulah skala kebahagiaan kita.

Mereka yang menikmati Allah secara sempurna di sorga, bebas dari hal-hal jahat.
Mereka berada jauh di atas badai dan angin ribut, dan menikmati semua kebaikan.
Mereka menikmati terus musim semi dan musim panas secara konstan. Meskipun orang
percaya belum secara sempurna menikmati Allah, ia menikmati sebagian hak istimewa ini.

Hidupnya berselang-seling antara siang dan malam, terang dan gelap, kebaikan dan
kejahatan.

Kejahatan tidak dapat merugikan dia, meskipun dapat membuatnya takut. la dapat mencicipi kebaikan tertinggi, tetapi makanan lengkap tersedia baginya di rumah Bapa.

Para turis di puncak pegunungan Alpen dapat melihat hujan turun di bawah mereka, tetapi tak setetespun air hujan menimpa mereka.

Apabila Allah adalah pusaka Anda, Anda berada di menara yang tinggi dan aman dari segala kesulitan.

Orang percaya tertambat pada jangkar kokoh dan aman di tengah serangan badai. Pada saat kesesakan, la menyembunyikan mereka di tempat tersembunyi di bait-Nya, terhindar dari apa pun yang mungkin menyakiti mereka.

Dengan kepak-Nya la menudungi mereka dan di bawah sayap-Nya para orang kudus akan berlindung (Mazmur 91:4).

Melalui kekuatan-Nya mereka dapat menang terhadap pencobaan-pencobaan dan menahan bahaya-bahaya paling dahsyat. “Kemusnahan dan kelaparan akan kautertawakan” (Ayub 5:22) dan terhadap salib-salib terberat, mereka menjadi lebih dari pemenang (Roma 8:37).

Allah mampu melepaskan kita dari semua kejahatan, mengisi jiwa kita dengan semua
kebaikan hingga bahagia sepenuhnya.

George Swinnock (1627-1673), Works, IV:2-7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *