2. Suami
“Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. ” 1 Pet 3:7
Suami memiliki tanggung jawab yang besar atas keluarganya, baik isteri maupun anak-anaknya. Suami merupakan gambaran Kristus dan isteri merupakan gambaran dari umat Tuhan. Suami harus bisa menjadi pribadi yang senantiasa mengasihi, menjaga, melindungi, mencukupi, merawat, menemani, menghibur, dan memotivasi isterinya, kapanpun dan dimanapun diperlukan.
Ini merupakan tugas yang sangat berat bagi suami. Kecenderungan akan mengejar karir dalam pekerjaan maupun harta kekayaan dapat membuat suami tidak dapat sepenuhnya mengasihi isterinya.
“Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.”
Ef 5:33
Mengasihi isteri bukanlah berarti hanya mencukupi segala kebutuhannya dengan materi bahkan memberikan segala kemewahan yang ada di dunia ini, tetapi lebih kepada sikap suami terhadap isteri.
Firman Tuhan mengatakan bahwa suami harus mengasihi isterinya seperti dirinya sendiri. Pertanyaan ini perlu diajukan kepada diri para suami: “Apa yang akan Anda lakukan demi kebutuhan, keperluan, keinginan/kemauan diri Anda sendiri?” Jawaban atas pertanyaan tersebut harus juga dilakukan oleh para suami untuk isterinya.
Kunci utama



