Kolik Abdomen

Kesehatan405 Views
Spread the love

Kolik abdomen adalah rasa nyeri perut hebat yang sifatnya hilang-timbul. Hal yang mendasari terjadinya kondisi ini adalah kontraksi otot, penyumbatan, atau peradangan pada organ di dalam rongga perut, seperti lambung, usus, kantong empedu, ginjal, atau saluran kemih. 

Baru dapat info dari WAG Arisan, salah satu anggota arisan terkena penyakit kolik abdomen, banyak yang bertanya dan baru tahu kalau ada penyakit yang namanya kolik abdomen, dan memang penyakit ini tidak familiar untuk istilahnya.

Kolik abdomen bisa disebabkan oleh beberapa penyakit, seperti kolik usus, peritonitis, kolik bilier, atau kolik ginjal. Gejala kolik abdomen biasanya berupa kram atau nyeri kolik hebat yang mungkin disertai dengan mual dan muntah. Kolik abdomen adalah kondisi yang perlu mendapatkan pemeriksaan dari dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab kolik abdomen bisa bermacam-macam, tergantung dari organ yang terlibat. Beberapa penyebab umum kolik abdomen adalah:

  • Batu empedu atau kolelitiasis, yaitu adanya batu yang menghalangi saluran empedu dan menyebabkan peradangan atau kolesistitis.
  • Batu ginjal atau nefrolitiasis, yaitu adanya batu yang menghalangi saluran kemih dan menyebabkan nyeri hebat.
  • Peradangan usus, yaitu adanya infeksi, peradangan, atau penyumbatan pada usus halus atau usus besar yang mengganggu aliran makanan dan cairan.

Menstruasi, yaitu adanya kontraksi otot rahim yang menyebabkan nyeri perut yang bisa menjalar ke punggung dan kaki.

Peritonitis, yaitu adanya peradangan pada lapisan pelindung rongga perut yang disebut peritoneum akibat infeksi kuman.

Kolik pada bayi, yaitu adanya nyeri perut hebat pada bayi yang belum diketahui penyebabnya secara pasti, tetapi bisa berhubungan dengan alergi susu, masalah pencernaan, atau stres.

Cara mendiagnosis kolik abdomen adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik dan serangkaian pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Tes darah untuk mengetahui adanya infeksi, peradangan, atau gangguan elektrolit.
  • Tes urine untuk mengetahui adanya batu ginjal, infeksi saluran kemih, atau gangguan ginjal lainnya.
  • Tes feses untuk mengetahui adanya darah, infeksi, atau gangguan pencernaan.
  • Pemeriksaan radiologi, seperti foto Rontgen, USG, atau CT scan rongga perut untuk melihat adanya batu empedu, batu ginjal, penyumbatan usus, peradangan peritoneum, atau kanker.
  • Pemeriksaan endoskopi, seperti kolonoskopi atau gastroskopi untuk melihat kondisi usus besar atau lambung.

Cara mengobati kolik abdomen tergantung dari penyebabnya. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan atau mengobati gejala kolik abdomen di rumah adalah:

  • Makan setidaknya tiga kali sehari dengan tambahan camilan kecil. Usahakan untuk tidak melewatkan waktu makan.
  • Batasi makanan dan minuman dengan kafein, contohnya cokelat, kopi, teh, dan minuman ringan.
  • Minumlah cukup air putih setiap hari.
  • Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung gas, seperti kubis, brokoli, kacang-kacangan, dan soda.
  • Berolahraga secara rutin untuk meningkatkan aliran darah dan pencernaan.
  • Minum obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen untuk meringankan gejala dan peradangan jika kolik abdomen disebabkan oleh gastroenteritis atau penyakit radang usus.
  • Kompres hangat di area perut yang sakit untuk merelaksasi otot dan mengurangi kram.

Jika gejala kolik abdomen tidak kunjung membaik atau disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan, seperti demam, muntah berdarah, feses berdarah, atau kuning pada kulit dan mata, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *