Obat Herbal dan Keterbatasannya.

Kesehatan291 Views
Spread the love

Obat herbal adalah obat yang berasal dari tanaman, baik itu daun, batang, akar, bunga, dan lain lain. Obat herbal sangat umum digunakan di Indonesia. Walaupun berasal dari alam, tidak berarti obat herbal aman untuk digunakan.


Bahan yang diduga berkhasiat itu merupakan bahan kimia yang bisa: bekerja di sel tubuh kita memberikan efek berkhasiat bekerja di sel tubuh kita menimbulkan efek samping seperti obat sintetik Efek samping yang paling umum terjadi dari penggunaan obat adalah efek alergi.

Bagi mereka yang sangat sensitif, efek alergi ini bisa sampai mengakibatkan syok anafilaksis. Ini reaksi alergi mematikan yang memang jarang terjadi, tetapi bukan berarti tidak ada kejadian. Jadi bila seseorang pernah punya pengalaman mengalami reaksi alergi dengan memakai obat apapun, sebaiknya berhati-hati menggunakan obat sintetik/alam yang belum pernah dipakai sebelumnya.

Berinteraksi dengan obat lain (ini penting terutama untuk lansia yang menerima banyak obat). Interaksi antara obat sintetik dengan obat alam dapat mengakibatkan keracunan obat atau obat sintetik tidak bekerja optimal.

Contoh: obat golongan pengencer darah (clopidogrel atau aspirin) merupakan obat umum yang dipakai oleh penderita stroke (bukan yang perdarahan ya) atau penderita jantung untuk mencegah kejadian blood clot dimasa depan.

Banyak sekali obat herbal yang mungkin berinteraksi dengan obat-obat pengencer darah, mengakibatkan kadar obat pengencer darah dalam tubuh meningkat. Bila kadar obat pengencer darah dalam tubuh meningkat diatas batas terapi yang aman, berarti efek pengencer darah nya tinggi dan pasien bisa mengalami perdarahan (ini efek yang tidak diinginkan).

Salah satu obat alam yang bisa berinteraksi dengan golongan pengencer darah ini adalah Tumeric/ kunyit.

Yang menjadi keterbatasan dari obat herbal adalah terbatasnya penelitian klinis. Penelitian klinis merupakan ‘gold’ standard untuk membuktian efektivitas dan keamanan obat. Banyak pendapat yang mengatakan kita harus mencintai obat-obat herbal karena seperti yang kita ketahui Indonesia kaya akan obat-obat herbal.

Memang tidak dipungkiri, ada yang mendapatkan manfaat dari obat herbal, Saya tidak menentang itu, tapi dari sisi keilmuan, yang menjadi concern terbesar saya adalah sisi keamanan penggunaan obat-obat herbal. Sampaikan pada dokter atau apoteker kalau menggunakan obat herbal dan obat sintetik, supaya bisa di periksa interaksi atau efek samping yang mungkin terjadi.

Berikut batasan pemakaian obat herbal yang aman:
– Hindari pemberian obat herbal pada anak-anak. Dosis pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Penyesuaian dosis dan keamanan penggunaan obat pada anak-anak, datanya itu diperoleh dari hasil penelitian/hitungan matematis, bukan hasil kira-kira.

– Hindari pada ibu hamil & menyusui. Obat bisa masuk melalui plasenta dan ASI; dan memberi efek (umumnya efek yang tidak dikehendaki) pada janin & bayi

– Hindari pada lansia yang menerima banyak jenis obat. Yang menjadi masalah disini adalah interaksi obat, fungsi ginjal dan liver pada lansia. Baca contoh interaksi obat diatas. Fungsi ginjal dan liver umumnya menurun pada orang lansia, kadang-kadang perlu penyesuaian dosis obat untuk mereka yang fungsi ginjal dan livernya tidak normal.

– Hindari pada orang dengan gangguan ginjal dan liver.

– Hindari pada orang yang punya sejarah alergi dengan penggunaan obat apapun

– Hindari pada orang yang akan menjalani operasi.

– Hindari pada orang dengan penyakit kronis yang menggunakan beberapa obat secara teratur.

Contoh: penyakit jantung, penyakit liver, stroke dll.

Hope this helps!
Bacaan lanjutan: Penelitian Klinis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *