1. Mau Dikoreksi
“Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.”
Maz 27:2
Daud merupakan orang yang dipakai oleh Tuhan secara luar biasa. Tidak ada bangsa pada waktu jamannya yang tidak mengenal kebesaran Daud. Bahkan sampai pada hari ini juga hampir semua orang mengetahui kisah tentang kebesaran Raja Daud. Tidak hanya itu, tetapi Daud juga satu- satunya orang yang disebut dalam Alkitab sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan.
Daud bukanlah orang yang sempurna dan tidak mempunyai kesalahan atau dosa di hadapan Tuhan. Dia beberapa kali melakukan kesalahan di hadapan Tuhan. Tetapi ketika dia bersalah, dia mau mengakui dan bertobat dari dosa. Dia juga senantiasa membuka hatinya agar bisa dikoreksi oleh Tuhan. Dia selalu meminta Tuhan untuk menyelidiki hatinya, apa yang masih tersembunyi dalam hatinya, yang masih tidak berkenan di hadapan Tuhan agar disingkapkan. Ini yang membuat Daud dapat senantiasa berjalan di dalam kehendak Tuhan.
Ketika kita menutup hati kita untuk dikoreksi, maka kita akan berjalan dalam kebenaran diri kita sendiri. Kita tidak akan tahu jika kita berjalan ke arah yang salah. Seberapa pintarnya diri kita, kita bukanlah manusia yang sempurna yang tidak pernah melakukan kesalahan. Oleh karena itu kita harus memiliki hati yang terbuka dan mau dikoreksi agar hidup kita dapat tetap dalam kehendak Tuhan.
Sama seperti Daud yang ditegur oleh Nabi Natan ketika telah melakukan dosa, maka Tuhan juga bisa memakai orang lain untuk menegur kesalahan yang kita lakukan. Oleh karena itu nasehat maupun teguran yang diberikan oleh orang-orang terdekat kita akan berguna bagi hidup kita agar kita tetap mengetahui apa yang baik dan benar bagi hidup kita.
2. Mengakui Kebesaran Tuhan





