Harmoni Dalam Pernikahan (bag.1)

Perhiasaan Yang Kekal

Kerohanian13813 Views
Spread the love

Solusi

Perlu diingat bahwa pertengkaran bukanlah suatu alasan bagi kita untuk  mengatakan bahwa kita tidak cocok dengan pasangan kita, sehingga memutuskan untuk bercerai. Tuhan sendiri mengatakan bahwa Dia membenci perceraian (Mal 2:16).

Tidak ada kata bercerai dalam “kamus” pengikut Kristus.  Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Mat 19:5-6 Kunci untuk meraih harmoni dalam pernikahan adalah dengan menjaga komunikasi dan keterbukaan satu sama lain.

Ambil waktu untuk mengobrol dengan pasangan kita. Bicarakan apa yang  memang perlu dibahas, tentunya dengan kepala dingin dan penuh kesabaran. Ceritakan apa yang telah dialami selama satu hari yang telah dijalani, entah pekerjaan di kantor, atau pekerjaan di rumah bagi isteri yang tidak bekerja.

Ceritakan ide-ide yang muncul di pikiran kita dan juga  rencana-rencana bagi masa depan keluarga. Bahas rencana keuangan  rumah tangga, baik pemasukan maupun pengeluaran. Perlu diingat bahwa  ketika kita memasuki pernikahan, Firman Tuhan mengatakan bahwa suami isteri adalah satu. Dengan demikian, tidak ada yang namanya sebagian harta ini milik suami, sebagian harta ini milik isteri. Uang dan harta  kekayaan yang ada adalah milik bersama dan dikelola secara bersama- sama juga.

Suami isteri bertanggung jawab secara bersama-sama atas apa yang terjadi dalam rumah tangga mereka,  baik keuangan, anak-anak dan lain-lainnya.

Usahakan keterbukaan dalam setiap keadaan. Jangan simpan rahasia di  belakang pasangan. Keterbukaan adalah pintu menuju keharmonisan. Tidak perlu takut mengungkapkan sesuatu yang salah karena kejujuran  jauh lebih penting dibandingkan segala sesuatu yang ditutup-tutupi.

Pada akhirnya, usaha dari kedua belah pihak baik suami maupun isteri sangat diperlukan untuk meraih keharmonisan dalam keluarga. Tidak perlu  menunggu pasangan kita yang memulai untuk berbuat baik terlebih dahulu.

Tidak perlu menunggu untuk mengatakan maaf jika memang pertengkaran telah terjadi. Dengan usaha yang demikian dari suami maupun isteri, maka keharmonisan keluarga dapat diraih demi kemuliaan nama Tuhan.

 Haleluya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *